DISASTER RESILIENCE IN PIDIE REGENCY: GOVERNANCE CAPACITY IN FLOOD RISK REDUCTION
Naurah Nazifa, Dr. Ir. Tri Mulyani Sunarharum, S.T., IPU.
2026 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah
Banjir masih menjadi masalah serius di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Indonesia, di mana 17 dari 23 kecamatan diidentifikasi sebagai daerah rawan banjir. Studi ini menilai kapasitas tata kelola untuk manajemen risiko banjir di Kabupaten Pidie, Aceh, Indonesia, dengan fokus pada dimensi intelektual dan sosial. Dengan menggunakan kerangka penilaian terstruktur, total 24 indikator dievaluasi di tiga fase manajemen banjir: pra-banjir, saat banjir, dan pasca-banjir. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara dengan empat instansi pemerintah kabupaten Pidie: BPBD, PUPR, BAPPEDA, dan SETDAKAB. Hasil menunjukkan bahwa kapasitas tata kelola di Kabupaten Pidie masih moderat, dengan kinerja yang lebih kuat dalam respons darurat dan kesiapan serta adaptasi pasca-banjir yang lebih lemah. Sebagian besar mekanisme kelembagaan masih reaktif, dengan integrasi data yang terbatas, koordinasi yang tidak teratur, dan rendahnya keberlanjutan kesadaran publik dan inisiatif berbasis masyarakat. Strategi-strategi diusulkan untuk memperkuat kapasitas tata kelola, termasuk pembaruan data risiko bencana secara berkala, integrasi informasi risiko banjir ke dalam perencanaan tata ruang, pengarahan ulang pendanaan lokal ke arah kesiapsiagaan, pembentukan mekanisme koordinasi antar lembaga, dan pengenalan kegiatan pencegahan di kalangan masyarakat. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa penilaian kapasitas tata kelola tidak hanya mengungkapkan kondisi saat ini tetapi juga berfungsi sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi kesenjangan kelembagaan dan mengarahkan perbaikan di masa mendatang.
Kata Kunci : assessment framework, flood risk management, governance capacity, urban flooding, resilience