Perbandingan pendapatan, curahan jam kerja, dan tenaga kerja usaha tani TRI dengan usaha tani padi di desa karangmojor, Kecamatan tTasik madu Kabupaten Karanganyar tahun 1992/1993
Dahroni, Dr. A.J. Suhardjo, M.A.; Drs. Djamarai Adenan, M.A.
1994 | Tesis | S2 GeografiProgram Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) adalah program nasional yang mulai dilaksanakan sejak dikeluarkannya Inpres Nomor 9 Tahun 1975. Mengingat arti pentingnya program TRI sebagai program nasional dan kelompok sasaran yang dituju yakni para petani, maka penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya perbandingan pendapatan petani dari usaha tani TRI dengan pendapatan petani dari usaha tani padi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur besarnya curahan jam kerja yang dimanfaatkan dari masing-masing usaha tani di Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yakni metode survai dan penentuan sampel dilaksanakan sampling. Sampel wilayah dan sekaligus sebagai daerah pene-litian, ialah ditentukan secara purposife. Responden dalam penelitian ini ialah petani yang berusaha pada TRI, petani padi, dan buruh tani. Pengambilan responden dilakukan dengan cara mengambil 55 responden, terdiri dari Kelompok I sebanyak 11 sampel petani TRI dan padi, Kelompok II sebanyak 21 sampel petani TRI dan padi, dan Kelompok III sebanyak 23 sampel petani TRI dan padi. Data yang diambil dalam penelitian ini yakni data primer dan sekunder ditambah data yang diperoleh melalui wawancara bebas kepada pamong penduduk yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Jenis data primer yang dikumpulkan berupa pendapatan petani dari usaha tani TRI dan usaha tani padi. Data sekunder yang dikumpulkan antara lain data pendu-duk, luas penggunaan lahan, pengairan, curah hujan dan pengolahan TRI beserta besarnya rendemen tebu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan dari usaha tani TRI lebih kecil daripada pendapatan usaha tani padi (pendapatan usaha tani padi sebanyak Rp 2.291.363,90 sedangkan usaha TRI Rp 1.921.866,12). Curahan jam kerja (jam kerja dan tenaga dari usaha tani TRI lebih kecil (jumlah jam kerja usaha tani padi usaha TRI sebanyak 1.937,95 jam, tani padi 158 orang dan usaha TRI kerja) yang dimanfaatkan daripada usaha tani padi sebanyak 2.237,29 jam dan jumlah tenaga kerja usaha 105 orang). Disamping, itu ada keluhan perihal persoalan-persoalan yang dihadapi oleh para petani sistem target glebagan, yang tanpa disadari pertimbangan-pertimbangan perhitungan kadar randemen tebu tidak jelas dan potongan-potongan yang tidak jelas pula.
The intensification of People. sugar cane plantation gs the TRI in Indonesia), is a national progr which has been in function since the angotment of The Presidental Instruction Nuaber B of 1975. Considering the TEI program as a national progran, and as the farmers considered as the target groupe, the study is miming at sessuring a comparison between the income of farmers of the THE farming systes and that the rice growing farmers. The study also sine at neasuring the tine allocation utilized by sach farming branch in Karangnojo Village. Subdistrict, Karanganyar Ragency, Central Java. Tasiknadu The study was carried out using the survey method. wherees samples were taken using the sampling method. The sample region, which at the same time, was determined the location of the study, was selected out purposively. farmers, and farn total, consist of 21, and 23 TRI and The respondents selected for the study are farners engaged in the TRI progres, paddy Isbourers. Respondente, who are 55 in Oroupa 1. II. and III consisting of 11, paddy farmers respectively. The study used prisery as well as secondary data obtained through conducting free interview to inhabitante or publie Figures related with the study. Primary data collected are the income of farmers of the TRI and paddy farsing, whereas the secondery date are collected from the data of the inhabitants, else of landuse, irrigation. precipitations, the 7 or sugar-cane sanufactoring, and the volume of the sugar-cane rendements. The study shows that the income of the TRI faresco is smaller (Bp.1,021,000.00) than that of the paddy farmers (Rp. 2,291,362.00). The working hours and time allocation of THI farming are also analler (1.937.95 hours and 105 work) than those of paddy faraing which is 2.237.29 hore and 150 men work. Besides, certain problems energe complainte using from farmers of the glebegan target system, which was carried out with unjust somsiderations. unclear calculations concerning the contents of sugar rendements, and various obscured deductions which inflict loun to the farmers welfare
Kata Kunci : the life of sugar cane farmers and paddy production cane farsing problems