STUDI KESESUAIAN KAWASAN PULAU SANTEN UNTUK PARIWISATA ALAM
AMELIA BRITANIARI, Dr. Ir. H. Chafid Fandeli, MS
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANDewasa ini pariwisata telah mengalami pembaharuan menuju paradigma dan pola pikir baru akibat pertambahan penduduk (urbanisation), berkembangnya industri dan kemajuan teknologi transportasi. Perjalanan wisata dengan interaksi langsung dengan masyarakat dan alam berlahan meningkat sesuai dengan trend dan semangat back to nature. Seiring dengan kesadaran akan rekreasi dan berwisata yang berasas berkelanjutan (sustainable development), kegiatan dan atraksi wisata yang berkualitas perlu diupayakan pengelolaan dan pengembangannya. Pulau Santen terletak di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, yang membentuk formasi pulau dengan pemandangan dan berbagai ekosistem yang menarik namun belum dikembangkan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi yang dapat dikembangkan, mengetahui kesesuaian lahan serta sumber daya lanskap dan mengetahui potensi pengunjung di Objek Wisata Alam Pulau Santen. Dalam menentukan unit area, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling dengan mempertimbangkan unit geomorfologi, yaitu bentang lahan (landscape) berdasarkan faktor unit bentuk lahan (landform). Untuk penentuan sampel pengunjung digunakan rumus Sevilla dengan cara menentukan jumlah sampel dengan asumsi bahwa kemungkinan (probability) populasi untuk dijadikan sampel sangat tergantung pada kondisi di lapangan. Hasil yang diperoleh dari klasifikasi kesesuaian lahan menurut Montgomery dan Edminster berdasarkan pada faktor pembatas tanah menunjukkan bahwa semua unit area (Ia,Ib,Ic,IIa,IIb,IIe,IIIa,IIIb dan IIIe) sesuai untuk kegiatan pariwisata untuk reneana pengembangan area berkemah, area berpiknik, bangunan di area rekreasi, jalan setapak, dan area bermain. Potensi sumber daya lanskap menurut penilain lanskap kriteria Leopold dan visual lanskap (Bureau of Land Management) menunjukkan potensi yang baik dengan keanekaragaman ekosistem seperti pantai berpasir (sandy beach), hutan mangrove, pulau-pulau keeil ( islands), padang lamun (sea grass beds) dan lautan terbuka, dengan tipologis yang kuat, kenampakan bentuk estetika dan pemandangan yang indah. Mayoritas pengunjung adalah berjenis kelamin pria (55,8%), muda usia, antara 18-29 tahun dan berpendidikan sarjana atau pelajar. Sekitar 26,16% berasal dari kota Banyuwangi sendiri yang menunjukkan suatu struktur permintaan (demand) yang berintegrasi seeara lokal. Dalam proses pengembangan kawasan Pulau santen, saran, persepsi dan harapan diolah dan menunjukkan harapan agar Pulau Santen dapat dikembangkan menjadi salah satu Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) alamo Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa Pulau Santen memiliki potensi dan daya tarik yang dapat dikembangkan menjadi obyek wisata alam, dengan faktor antara lain: 1) atraksi alam dan buatan 2) aksesibilitas yang mudah, 3) pemandangan alam yan menarik dan 4) kekayaan budaya tradisi masyarakat lokal yang unik,
Nowadays, tourism has faced change leading towards a new paradigm and way of thinking as an impact of urbanization, industrial development and transport technology. The needs for leisure and tourism with a touch of local interaction and its' environment is gradually increasing in line with the trends and the back to nature eagerness. As people's awareness of the importance of sustainable development is increasing, quality tourism activities and site attraction is needed and focused on the development, management and the well-being ofthe site. This undeveloped site, Santen Island is located in Karangrejo Village in Banyuwangi District whereas this site is composed of an island formation with attractive sceneries and a diversity ofecosystems. The objectives ofthis research is to seek the possibilities ofpotentials, to justify the suitability of space with it's' landscape resources towards nature tourism and to know the visitor profile and potential. In the determination of the unit area sampling, purposive sampling method was used in consideration towards the geomorphologic unit, in catering the landscape unit based on the landform unit. To determine the visitor profile samples, the Sevilla equation was used, where the number of visitors assumed towards the probability of sample depended on the condition of the site itself The suitability of urban space through the classification score (Montgomery and Edminster) based on soil limitation factors resulted that all unit areas (Ia,Ib,Ic,IIa,IIb,IIc,IIIa,IIIb and HIc) were appropriate and suited the development schemes of a camping area, picnic area, recreational buildings, paths and trails, and play ground. The potentials of landscape resources based on the visual landscape judgment by Leopold's criteria (Bureau of Land Management) showed a great potential of landscape and a variety of ecosystems such as a sandy beach, mangrove, small islands, sea grass beds, and open-tide seas, showing a strong typology, resulting good aesthetic forms and scenic views. The majority of visitors were of the male sex (55,8%), young -aged between 18-29 (44,1%) and students or university educated (29,4%). Around 26,16% derived from within the city of Banyuwangi itself showing a local integrated demand structure. In addition to the development process, suggestions, perceptions and expectations were compiled for the possibilities of Santen Island to become a natural tourism object. Based on the results of this research, it reveals that Santen Island has potential and attractiveness which can be transformed into a natural tourism object, with the consideration of the following factors: 1) natural and man-made attraction, 2) easy accessibility, 3) interesting natural scenic views and landscape, and 4) a unique, traditional, culture blended within its locals
Kata Kunci : pariwisata alam, Pulau Santen, pembangunan berkelanjutan,lokalitas