HASIL HUTAN RAKYAT BAGI MASYARAKAT DESA (Studi di Desa Kaligentong, Kec. Ampel, Kab.Boyolali, Prop. Jawa Tengah)
DIAH AFIANTI, Ir.Djuwadi,MS
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANPemenuhan kebutuhan dan peningkatan taraf hidup bagi masyarakat desa merupakan sebuah permasalahan yang rumit dihadapi. Salah satu cara menghadapinya bagi masyarakat desa yang kebanyakan bermata pencaharian sebagai petani yaitu dengan adanya pengusahaan hutan rakyat. Manfaat dari adanya pemanfaatan hutan rakyat dapat dirasakan yaitu dengan meningkatnya pendapatan masyarakat melalui perdagangan kayu. Selain itu manfaat lainnya yaitu seperti pencegahan erosi dan banjir, peningkatan kesuburan lahan, dan manfaat sosial ekonomi iamnya. Peneiitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi yang dihasiikan dan- hutan rakyat yaitu berupa kayu perkakas dan kayu bakar, serta mengetahui seberapa besar peranan hutan rakyat bagi pendapatan masyarakat desa. Pendapatan diperoleh dari empat sektor yang dihitung dari hasii pertanian, hasif tanaman keras (hutan rakyat ), petemakan dan jasa. Perhitungan dilakukan secara sederhana yaitu dengan menjumlahkan semua pendapatan daari iahan yang dimiliki petani selama satu tahun untuk mengetahui seberapa besar sumbangannya dan ditambah hasii dari jasa serta hasii kepemilikaan temak. Daru hasii pengamatan diperoleh bahwa nilai LBDS hutan rakyat di desa Kaligentong berkisar 4-8m2/ha . Berdasarkan nilai kerapatan tegakan hutan rakyat, hutan rakyat tersebut mempunyai klasifikasi jarang dimana ruang tumbuh tanaman pertanian dibawah 50-75%, dan ruang tumbuh pohon hutan rakyat sebesar 25-50%. Pda hutan rakyat tersebut didominasi tanaman pangan /rumput. Dari hasii peneiitian diperoleh bahwa dari sektor hutan rakyat diperoleh pendapatan Rp l.G97.665,19/responden/th, dari hasii pertanian diperoleh pendapatan Rp 445.250,00/responden/th, dari hasii petemakan diperoleh pendapatan Rp 1.343.375,00/responden/th, dan dari hasii jasa diperoleh pendapatan Rp 200.000,00/responden/th. Peranan hutan rakyat mampu menyumbang 335,56% dari total pendapatan dengan produksi kayu perkakas sebesar 140,6034in 3/th dan kayu bakar sebesar 115,039 mVth.
Kata Kunci : masyarakat desa, hutan rakyat, pendapatan