PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR HUTAN LINDUNG TERHADAP PEMBANGUNAN LAHAN KRITIS (Studi Kasus di Sekitar Kawasan Hutan Lindung Lae pondom, Desa Paropo Kec.Sumbul Kab. Dairi Sumatera Utara)
BESLIYANTY S. PURBA, Ir San Afri Awing, M.Sc
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANRehabilitasi lahan kritis adalah upaya untuk memulihkan kondisi areal yang sudah kritis baik melalui penghijauan maupun reboisasi. Yayasan Ekowisata Sumatera telah memfasilitasi program rehabilitasi lahan kritis di sekitar kawasan hutan Lindung Lae Pondom desa Paropo, kec.Sumbul Kab.Dairi Sumatera Utara sejak tahun 1998. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dan mengidentifikasi kelembagaan masyarakat yang sesuai untuk mendukung keberhasilan pembangunan lahan kritis. Faktor-faktor sosial ekonomi yang diduga dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah luas lahan, pendapatan dari pertanian, pendapatan dari luar pertanian, umur, .pendidikan dan jenis usaha lain. Faktor-faktor inilah yang diharapkan dapat memberikan nilai positif untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan lahan kritis sehingga hasil yang optimal dapat dicapai.Pengambilan data primer dengan menggunakan kuesioner dan responden berasal dari dusun Batu Horbo. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis tabulasi dan regresi linier berganda. Dari hasil analisis diketahui bahwa faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah luas lahan, pendapatan dari pertanian dan tingkat pendidikan, sedangkan pendapatan dari luar pertanian, umur dan jenis usaha lain tidak menunjukkan pengaruh yang nyata. Kelembagaan masyarakat yang turut mendukung keberhasilan program rehabilitasi lahan kritis adalah kelompok konservasi, kelompok pengendalian hama terpadu dan kelompok kegiatan keramba ikan yang terbentuk dan difasilitasi sepenuhnya oleh YES. Lembaga pemerintahan desa dan lembaga adat belum difungsikan secara optimal untuk mendukung keberhasilan rehabilitasi lahan kritis di lokasi penelitian.
Rehabilitation of critical area is an efforts to restore critical area with greening of trees or reforestation. Since 1998, ecotourism foundation of Sumatra had been facilitated the rehabilitation of critical area program around the region of woods protection of Lae Pondom, Paropo village, district of Sumbul, residence of Dairi, North Sumatera. This research purposed to know social-economic factors that influence the community participation and to identificate community institute that appropriate to support the success of critical area development. Social-economic factors that estimeted can influence the community are the land width, income from agriculture, income from out of agriculture, age, education and others works. These factors hoped could gave positif value to increase community participation in development of critical area until the optimum result reached. Primer data collected from the questioners and respondents come from Batu Horbo, cluster of paropo village. Analysis maked by using tabulation analysis and multiple analysys regresion. From the analisys knew that the social-economis factors that influence community participacion are the land width, income from agriculture, education, while income from out of agriculture, age and other works are not really give any influence for participation. Community institute that support the success of rehabilitation critical area program that formed and facilitated by ecotourism foundation of sumatera are consevation group, restraint plant desease group and safeguarding fish group, while village institution and traditional institution didn” t optimum functioned to support the success rehabilitation of critical are in this region.
Kata Kunci : Hutan Lindung, Partisipasi, Rehabilitasi Lahan Kritis