Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Terkait Penggunaan Antibiotik di Dua Puskesmas di Kota Semarang
Alya Nur Azizun, Prof. Dr. apt. Chairun Wiedyaningsih, M.Kes., M.App.Sc.; Dr. apt. Niken Nur Widyakusuma, M.Sc.
2026 | Skripsi | FARMASI
Penggunaan antibiotik yang tidak rasional telah menjadi faktor penting
penyebab meningkatnya resistensi antibiotik. Resistensi ini menyebabkan efektivitas pengobatan menurun
serta meningkatkan angka kesakitan, kematian, dan beban biaya kesehatan. Pengetahuan,
sikap, dan perilaku masyarakat terhadap antibiotik berperan penting dalam upaya
pencegahan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap penggunaan dan
resistensi antibiotik, serta menganalisis hubungan dan pengaruh karakteristik
sosiodemografi terhadap ketiga variabel tersebut di dua Puskesmas di Kota
Semarang, yaitu Puskesmas Bangetayu dan Puskesmas Kedungmundu.
Penelitian menggunakan desain noneksperimental deskriptif kuantitatif
dengan pendekatan cross-sectional. Data primer diperoleh melalui
penyebaran kuesioner kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan
distribusi frekuensi setiap variabel, bivariat menggunakan uji chi-square
untuk mengetahui hubungan antarvariabel, dan uji regresi logistik untuk
menganalisis pengaruh karakteristik sosiodemografi terhadap perilaku penggunaan
antibiotik.
Hasil
penelitian terhadap 110 responden di Puskesmas Bangetayu dan Puskesmas
Kedungmundu mayoritas memiliki pengetahuan baik (51,8%), sikap positif (70,9%),
dan perilaku baik (62,7%) terhadap penggunaan antibiotik. Tingkat pendidikan
berhubungan signifikan dengan pengetahuan (p=0,002), sedangkan usia, jenis
kelamin, dan pekerjaan tidak berhubungan signifikan dengan pengetahuan
(p>0,05). Usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan juga tidak
berhubungan signifikan dengan sikap dan perilaku (p>0,05). Terdapat hubungan
signifikan antara pengetahuan dan sikap (p=0,002) serta antara sikap dan
perilaku (p=0,028), tetapi tidak terdapat hubungan signifikan antara
pengetahuan dan perilaku (p=0,200). Seluruh karakteristik sosiodemografi (usia,
jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan) tidak berpengaruh signifikan terhadap
perilaku.
Irrational
use of antibiotics has become an important contributing factor to the
increasing incidence of antibiotic resistance. This resistance reduces the
effectiveness of treatment and leads to higher morbidity, mortality, and
healthcare costs. The community’s knowledge, attitudes, and behaviors toward
antibiotics play a crucial role in efforts to prevent resistance. This study
aims to describe the level of knowledge, attitudes, and behaviors of the
community regarding antibiotic use and resistance, as well as to analyze the
relationship and influence of sociodemographic characteristics on these three
variables in two public health centers (Puskesmas) in Semarang City, namely
Bangetayu and Kedungmundu.
The
study employs a non-experimental descriptive quantitative design with a
cross-sectional approach. Primary data was obtained by distributing
questionnaires to respondents who met the inclusion and exclusion criteria. Data
were analyzed using univariate analysis to describe the frequency distribution
of each variable, bivariate analysis with the chi-square test to determine the
relationship between variables, and logistic regression analysis to examine the
influence of sociodemographic characteristics on antibiotic use behavior.
The results of a study of 110 respondents at the Bangetayu and Kedungmundu Community Health Centers showed that the majority had good knowledge (51.8%), positive attitudes (70.9%), and good behavior (62.7%) regarding antibiotic use. Education level was significantly related to knowledge (p=0.002), while age, gender, and occupation were not significantly related to knowledge (p>0.05). Age, gender, education, and occupation were also not significantly related to attitudes and behavior (p>0.05). There was a significant relationship between knowledge and attitude (p=0.002) and between attitude and behavior (p=0.028), but there was no significant relationship between knowledge and behavior (p=0.200). All sociodemographic characteristics (age, gender, education, occupation) had no significant effect on behavior.
Kata Kunci : pengetahuan, sikap, perilaku, antibiotik