Laporkan Masalah

Efektivitas Tepung Kunyit dan Tepung Cabai Merah sebagai Sumber Antioksidan pada Ransum Ayam Petelur terhadap Produksi, Stabilitas Oksidasi, dan Kualitas Telur

Muhammad Fathin Hanif, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng.; drh. Bambang Ariyadi, M.P., Ph.D.; Ir. Muhlisin, S.Pt., M.Agri., Ph.D., IPP.

2026 | Disertasi | S3 Ilmu Peternakan

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi tepung kunyit dan tepung cabai merah terhadap produktivitas, stabilitas oksidasi, dan kualitas telur. Tahap I meliputi karakterisasi fitokimia dan uji aktivitas antioksidan pada kedua bahan. Tepung kunyit dan tepung cabai mengandung berbagai senyawa bioaktif serta memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi pada uji DPPH, ABTS, dan CUPRAC, dan penambahan kedua bahan secara individu meningkatkan aktivitas antioksidan ransum (P kurang dari 0.05). Tahap II menggunakan 100 ekor ayam petelur yang dibagi menjadi empat kelompok yaitu kontrol serta perlakuan tepung kunyit 0.25 persen, 0.5 persen, dan 0.75 persen selama 8 minggu. Perlakuan ini meningkatkan aktivitas SOD hati (P sama dengan 0.06) dan menurunkan MDA hati (P kurang dari 0.05). Secara hematologis, dosis 0.5 persen menurunkan rasio H per L (P kurang dari 0.001). Selain itu, tepung kunyit meningkatkan berat folikel F1 (P kurang dari 0.05), menurunkan MDA yolk (P kurang dari 0.01), serta meningkatkan warna (P kurang dari 0.001) dan aktivitas antioksidan yolk (P kurang dari 0.01). Tahap III menggunakan 100 ekor ayam petelur yang dibagi menjadi empat kelompok yaitu kontrol serta perlakuan tepung cabai merah 0.25 persen, 0.5 persen, dan 0.75 persen selama 8 minggu. Suplementasi tepung cabai merah menurunkan pH jejunum, usus besar, dan sekum (P kurang dari 0.05). Aktivitas SOD hati meningkat pada dosis 0.25 persen dan 0.5 persen (P kurang dari 0.05), sedangkan MDA hati menurun pada dosis 0.5 persen dan 0.75 persen (P kurang dari 0.05). Secara hematologis, tepung cabai merah menurunkan rasio H per L (P kurang dari 0.001). Selain itu, suplementasi 0.25 persen dan 0.5 persen meningkatkan produksi telur periode 1 (P kurang dari 0.05) serta meningkatkan warna yolk (P kurang dari 0.001). Pada dosis 0.5 persen sampai 0.75 persen, tepung cabai merah menurunkan MDA yolk, dan dosis 0.75 persen meningkatkan aktivitas antioksidan telur (P kurang dari 0.05). Tahap IV menggunakan 225 ekor ayam petelur yang dibagi menjadi sembilan kelompok yaitu kontrol, tepung kunyit 0.25 persen dan 0.5 persen, tepung cabai 0.25 persen dan 0.5 persen, serta kombinasi kunyit cabai selama 8 minggu. Perlakuan cabai merah dan kombinasi menurunkan pH sekum (P kurang dari 0.05). Kombinasi meningkatkan SOD dan CAT serta menurunkan MDA dan IL 6 pada hati dan serum (P kurang dari 0.05). Jumlah leukosit meningkat pada semua perlakuan (P kurang dari 0.05) dan kelompok kombinasi menurunkan rasio H per L (P kurang dari 0.05). Berat ovarium meningkat pada kunyit, cabai merah, dan kombinasi (P kurang dari 0.05), dan kombinasi juga meningkatkan produksi telur (P kurang dari 0.05). Aktivitas antioksidan yolk meningkat pada kelompok kunyit dan kombinasi, sedangkan MDA yolk menurun pada semua perlakuan (P kurang dari 0.05). Kombinasi tepung kunyit 0.5 persen dan tepung cabai merah 0.5 persen dalam pakan meningkatkan produktivitas, stabilitas oksidatif, dan kualitas telur ayam petelur melalui peningkatan aktivitas antioksidan pada serum dan hati.

This study was aimed to evaluate the potential of turmeric powder and hot red pepper powder on productivity, oxidative stability, and egg quality. Stage I involved phytochemical characterization and antioxidant activity assays of both materials. Turmeric and red pepper powders contained various bioactive compounds and exhibited relatively high antioxidant activity in DPPH, ABTS, and CUPRAC assays, and the individual inclusion of both ingredients increased the antioxidant activity of the diet (P less than 0.05). Stage II used 100 laying hens allocated to four groups comprising a control and turmeric powder supplementation at 0.25 percent, 0.5 percent, and 0.75 percent for 8 weeks. This treatment increased hepatic SOD activity (P equals 0.06) and decreased hepatic MDA (P less than 0.05). Hematologically, the 0.5 percent dose reduced the H/L ratio (P less than 0.001). In addition, turmeric supplementation increased F1 follicle weight (P less than 0.05), decreased yolk MDA (P less than 0.01), and improved yolk color (P less than 0.001) and yolk antioxidant activity (P less than 0.01). Stage III used 100 laying hens divided into four groups consisting of a control and hot red pepper powder at 0.25 percent, 0.5 percent, and 0.75 percent for 8 weeks. Supplementation decreased pH of the jejunum, large intestine, and cecum (P less than 0.05). Hepatic SOD activity increased at 0.25 percent and 0.5 percent (P less than 0.05), whereas hepatic MDA decreased at 0.5 percent and 0.75 percent (P less than 0.05). Hematologically, red pepper supplementation reduced the H/L ratio (P less than 0.001). Moreover, 0.25 percent and 0.5 percent supplementation increased egg production in period 1 (P less than 0.05) and improved yolk color (P less than 0.001). At 0.5 percent to 0.75 percent, red pepper reduced yolk MDA, and 0.75 percent increased egg antioxidant activity (P less than 0.05). Stage IV used 225 laying hens allocated to nine groups including a control, turmeric at 0.25 percent and 0.5 percent, red pepper at 0.25 percent and 0.5 percent, and turmeric red pepper combinations (0.25 percent to 0.25 percent; 0.25 percent to 0.5 percent; 0.5 percent to 0.25 percent; 0.5 percent to 0.5 percent) for 8 weeks. Red pepper and combination treatments decreased cecal pH (P less than 0.05). The combinations increased SOD and CAT and reduced MDA and IL 6 in the liver and serum (P less than 0.05). Leukocyte counts increased in all treatments (P less than 0.05), while combination groups reduced the H/L ratio (P less than 0.05). Ovary weight increased with turmeric, red pepper, and their combinations (P less than 0.05), and combinations also improved egg production (P less than 0.05). Yolk antioxidant activity increased in turmeric and combination groups, whereas yolk MDA decreased in all treatments (P less than 0.05). In conclusion, the combination of turmeric powder and hot red pepper powder enhanced productivity, oxidative stability, and egg quality in laying hens. Dietary inclusion of 0.5 percent turmeric powder and 0.5 percent hot red pepper powder produced positive antioxidant effects in serum and liver, contributing to improved productivity and egg quality.

Kata Kunci : Ayam petelur, Kualitas telur, Produktivitas, Tepung cabai merah, Tepung kunyit

  1. S3-2026-507107-abstract.pdf  
  2. S3-2026-507107-bibliography.pdf  
  3. S3-2026-507107-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2026-507107-title.pdf