ANALISIS PENETAPAN HARGA POKOK ANYAMAN ROTAN (Studi Kasus di PT. Sampit Kalimantan Tengah)
YUYUN KASIYANI, Dr. Ir. Wahyu Andayani, M.S.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANPT. Sampit sebagai perusahaan industri pengolahan rotan dalam menetapkan harga jual masih didasarkan atas analisis kecenderungan pasar (trend analysis) dan menggunakan dasar harga yang terjadi pada periode sebelumnya. Sehingga keuntungan yang diperoleh perusahaan menjadi tidak optimal. Oleh karena itu penetapan harga pokok dengan menjadikan biaya yang telah dikeluarkan sebagai dasar perhitungan perlu dilakukan. Agar perusahaan dapat menetapkan harga yang rasional untuk keuntungan optimal atau paling sedikit tidak mengalami kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan harga pokok anyaman rotan guna menentukan harga jual minimum. Penelitian ini dilakukan di PT. Sampit Perdagangan dan Perindustrian Sampit, Kalimantan Tengah. Untuk menetapkan harga pokok anyaman rotan digunakan metode penetapan harga yang berorientasi pada biaya (cost oriented pricing). Proses penetapan harga dimulai dengan menghitung biaya per kg anyaman rotan kemudian menambahkan markup 10% on cost. Hasil analisis, biaya anyaman rotan per kg adalah Rp. 23.922,98/kg. Dan harga pokok anyaman rotan guna menentukan harga jual minimum adalah Rp. 26.315,28/kg. Nilai harga pokok tersebut lebih rendah dibandingkan dengan harga riil yang ditetapkan perusahaan. Ini menunjukkan bahwa harga riil yang ditetapkan perusahaan terlalu tinggi, sehingga jumlah anyaman rotan yang terjual sedikit. Oleh karena itu sebaiknya perusahaan dalam menetapkan harga jual anyaman rotan berdasarkan pada biaya-biaya yang dikeluarkan, agar harga jual yang rasional dapat tercapai.
Kata Kunci : Harga, Anyaman Rotan,