Laporkan Masalah

PENGARUH HUTAN KOTA DALAM PEMBENTUKAN IKLIM MIKRO (STUDI KASUS DI KOTA YOGYAKARTA)

Siti Fatimah, Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeii, M.S.

2003 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pembangunan kota cenderung ditandai dengan pembangunan flsik yang banyak ditentukan oleh oleh sarana dan prasarana yang ada. Hal tersebut berakibat pada berubahnya kondisi lingkungan alami dan ruang terbuka hijau kota sehingga mikro. Penelitian ini dilakukan di 3 bentuk hutan kota yang ada di Yogyakarta, yaitu bentuk menyebar di Kampus UGM, bentuk jalur di Kota Baru, dan bentuk menggerombol di Gembira Loka. Setiap lokasi penelitian dilakukan pengukuran sebanyak 3 kali dalam dua minggu. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu dengan menunjuk area yang mewakili sampling. Dalam penelitian ini dilakukan tiga bentuk perlakuan yaitu lokasi, jam, dan letak pengukuran. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Berblok Lengkap Teracak. Data hasil penelitian diolah dengan analisis varian untuk mengetahui pengaruh hutan kota terhadap pembentukan iklim mikro, sedangkan analisis regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh faktor pohon terhadap suhu dan kelembaban. Derajat kesalahan ditetapkan sebesar 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga bentuk hutan kota memperlihatkan adanya perbedaan iklim mikro (suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan radiasi) yang nyata. Hutan kota bergerombol temyata paling efektif dalam menurunkan suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin dan radiasi matahari . Kedua hutan kota menyebar dan ketiga hutan kota jalur. Adanya perbedaan ini dipengaruhi oleh kerapatan tajuk, luas penutupan tajuk dan kondisi fisik lingkungan sekitamya. Faktor pohon yang mempengaruhi suhu adalah tinggi pohon, tinggi tajuk, dan luas tajuk. Faktor pohon yang mempengaruhi kelembaban udara adalah tinggi pohon dan luas tajuk.

City development is tended to be signed by the physical development in existing infrastructure. It results a change in natural environment and green open space of the city so that the environtment quality become lower. Lack of green space raising temperature of the city which is a reflection of micro climate change. This study held in 3 forms of urban forestry in Yogyakarta, those are spreading form in UGM Campus, inline form in Kotabaru and assembling form in Gembiraloka. Measuring held three times in two weeks. Research method used is purpose sampling, that is by determining a representative area. This research evaluated three treatment, those are location, time and the site of measuring. Experiment post used in this research is complete random post. The result data is processed by the varian analysis for knowing the influence of urban forestry in forming micro climate, meanwhile regression analysis is used for knowing the influence of tree factor in temperature and humidity. Fault tolerance is determined at 5 %. The result of the research shows a obvious different micro climate (temperature, humidity, wind speed and radiation) among the three forms of the urban forestry. Assembling urban forestry is the most effective in lowering air temperature, air humidity, wind speed and sun radiation. In the second place is the spreading urban forestry, and the inline urban forestry is the third. Those differences are influenced by crown density, crown covering width and physical condition of surrounding environment. Tree factor which influencing temperature are tree height, crown height and crown width are the influencing. Tree factor which influencing air humidity is tree height and crown width.

Kata Kunci : Hutan Kota, Iklim Mikro, Bentuk, Pohon, Tajuk.

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf