KAPASITAS INFILTRASI PADA LAHAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTAMADYA YOGYAKARTA (STUDI KASUS DI KRKB GEMBIRA LOKA)
JAINUN, Dr. Ir. Chafid Fandeli, MS.; Ir. Ambar Kusumandari, MES
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANPeran ruang terbuka hijau (RTH) kota, dalam proses penyerapan air ke dalam tanah, diduga menyebabkan terdapatnya perbedaan kapasitas infiltrasi dari setiap kawasan yang terdiri dari berbagai jenis vegetasi penutup. Ruang Terbuka Hijau merupakan kawasan pelestarian fungsi tata air dan tanah yang berfungsi sebagai daerah penyangga kehidupan bagi kota Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pohon yang ada di zona arboretum dan zona taman bermain, besamya kapasitas infiltrasi di zona arboretum dan zona taman bermain, hubungan antara berat jenis (BJ) tanah, berat volume (BV) tanah dan Porositas tanah terhadap kapasitas infiltrasi di zona arboretum dan zona taman bermain. Penelitian ini dilakukan di zona arboretum dan zona taman bermain pada KRKB Gembira Loka Yogyakarta. Alat yang digunakan untuk pengukuran kapasitas infiltrasi adalah double ring mfiltrometer. Pengukuran penelitian dilakukan sebanyak 60 plot penelitian yang terbagi dalam 30 plot di zona arboretum dan 30 plot di zona taman bermain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pohon penyusun pada zona Arboretum meliputi Melina (Gmelina arborea ) 55,41 %, Mahoni (Swietenia mahagoni ) 45,64 %, Flamboyan (.Delonix regia ) 39,35 %, Johar (Cassia siamea) 20,61 %, dan Pinus (.Pinus merkusii ) 19,73 %. Pada zona Taman Bermain didominasi oleh Adiluwih (Fillicium decipiens ) 47,46 %, Pinus { Pinus mercusii ) 36,97 %, Ketapang (Terminalia catappa) 28,21 %, Flamboyan { Delonix regia ) 20,64 %, Dadap { Erythrina variegata ) 16,49 % dan Beringin { Ficus benjamina ) sebesar 15,64 %. Untuk berat jenis (BJ) tanah, berat volume (BV) tanah dan porositas tanah memberikan pengaruh yang nyata terhadap kapasitas infiltrasi. Besamya kapasitas infiltrasi rata-rata di zona arboretum adalah 28,12 mm/jam dan di zona taman bermain adalah 19,03 mm/ jam. Persamaan regresi hubungan antara berat jenis (BJ) tanah (XI ), berat volume (BV) tanah (X2), porositas tanah (X3) dan kapasitas infiltrasi di zona arboretum dan zona taman bermain (Y) adalah Y = 20,638Xi - 10,050 X2 + 0,702 X3. Persamaan-persamaan regresi tersebut mempunyai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,734 atau 73,4 % variabel Xit X2, dan X3 yang digunakan secara bersama-sama dalam model mampu menjelaskan variasi besar kapasitas infiltrasi (Y) secara keseluruhan, sedangkan sisanya sebesar 26,6 % mempakan variabel random. Semua persamaan regresi di atas tidak dapat secara langsung digunakan pada perhitungan dengan tipe zona sejenis di tempat lain karena kapasitas infiltrasi juga dipengaruhi oleh variabel lain selain berat jenis ( BJ ) tanah, berat volume (BV ) tanah dan porositas tanah
The function of green-opened area in city, in infiltrating process of water into soil, supposedly causes differences of infiltration capacity for each area which involves varieties of close vegetations. Green-opened area constitutes a preserved district for water and soil arrangement. They function as a sustaining district for Yogyakarta city. This research is purposed to know the variety of trees which grow in arboretum zone and play zone, to know infiltration capacity in arboretum zone and play zone, to know correlation between bulk density soil, soil volume gravity, and soil porosity toward infiltration capacity in arboretum zone and play zone. This research took place in arboretum zone and play zone in KRKB Gembira Loka Yogyakarta. The tool of measurement for infiltration capacity is double ring infiltrometer. Measuring research was performed for 60 research plots which are divided into 30 plot for arboterum zone and 30 plot for play zone, then analyzed by double¬ regression analysis. The result indicates that varieties of arrangement trees in arboretum zone involves Melina (Gmelina arborea ) 55,4 %, Mahoni (Swietenia mahagoni ) 45,64%, Flamboyan { Delonix regia) 39,35 %, Johar (Cassia siamea) 20,61 %, and Pinus (Pinus merkussi) 19,73 %. In play zone, the dominance is Adiluwih (Fillicum decipiens ) 47,46 %, Pinus (Pinus mercussi ) 36,97%, Ketapang (Terminalia cattappa ) 28,21 %, Flamboyan (Delonix regia ) 20,64 %, Dadap ( Erythrina variegata ) 16,49 % and Beringin (Ficus benjamind) 15,64%. Bulk density Soil, soil volume gravity, and soil porosity significantly affected infiltration capacity. The rate of average infiltration capacity in arboretum is 28,12 mm/hour, while in play zone is 19,03 mm/hour. Regression similarity between bulk density soil (Xi), soil volume gravity (X2), soil porosity (X3), and infiltration capacity in arboretum zone and play zone (Y) is Y = 20,638X! - 10,050 X2 + 0, 702 X3. This regression similarity has determinant coefficient (R2) of 0,734 or 74,3 %. Variable of X, , X2, and X3 which were used simultaneously in model indicate varieties for infiltration capacity value (Y) wholly, while the rest of 26,6 % is as random variable. All regression similarities above cannot be used directly for accounting with the same type of zone in other places because infiltration capacity is also influenced by other variables alongside bulk density soil, soil volume gravity, and soil porosity.
Kata Kunci : Kapasitas Infiltrasi, Berat Jenis (BJ) Tanah. Berat Volume (BV ). Porositas Tanah