Pengaruh luas atap terhadap keadaan fisiologi ternak dan komposisi darah sapi dara peranakan Friesian Holstein
Slamet Widodo, Dr. Soekanto L.; Drh. R. Soepardjo; Dr. Soenaryo K.
1981 | Skripsi | S1 PETERNAKANTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh luas atap terhadap keadanaan fisiologi ternak dan komposisi darah sapi dara PFH. Penelitian dileksanakan selama 70 hari mulai tanggal 2 Mei - 10 Juli 1980, bertempat di kandang sapi perah Jurusan Ternak Perah Fakultas Peternakan UGM, Materi yang digunakan 10 ekor sapi dara PFH umur antara 12 – 24 bulan, dibagi dalam kelompok berdasarkan berat badan. Sebuah kandang atap sempit dan sebuah kandang atap lebar (gembar I). Pengukuran kondisi sinar matahari setiap dua jam sekali tiap hari dari jam 09.00 - 15.00, sedang keadaan kandang dan fisiologi ternak yang meliputi temperatur ruang, temperatur maksimum-minimum, kelembaban relatif, temperatur rektal, frekuensi pernapasan, pulsus diukur antara jam 13.00 - 14.00 setiap hari, pengambilan darah dilakukan tiga kali selama pengambilan yakni awal, pertengehan dan akhir penelitian. Analisis statistik untuk keadaan kandang menggunakan t test berpasnngan, sedung kendaan fisiologi ternak dan komposisei derah menggunakan t test. Hasil analisa statistik yang diperoléh tentang keadaan kandang menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P < 0,01) yakni atap sempit lebih tinggi dibonding atep lebar, kecusli temperatur minimum tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Keadaan fisiologi ternak yakni temperatur rektal, frekuensi pernapasan dan pulsus tidak menunjukkan perbedann yang nyata, sedangkan komposisi darah yakni eritrosit, hematokrit dan hemoglobin pada atap sempit lebih tinggi dari psds atap lebar secara analisa statistik menunjukkan perbedaan yang nyata (P <0,05) tetapi leukosit, neutropil dan limposit tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antara kandang stap sempit dan kandang atap lebar.
Kata Kunci : Luas atap kandang; fisiologi ternak; komposisi darah sapi dara; sapi peranakan Friesian Holstein