Pengaruh penggantian kedelai dengan bungkil biji kapuk (Ceiba Pentandra) dalam Ransum Broiler
Sri Gunawan DS., Dr. Soekanto L.; Drs. Nasroedin, M.Sc.; Ir. Subur Priyono
1981 | Skripsi | S1 PETERNAKANPenelitian mengenai pengaruh penggantian kedele dengan bungkil biji kapuk (eiba Pentandra) dalam ransum broiler ini dilaksanakan mulai 13 Desember 1978 sampai dengan 7 Februari 1979. Dalam penelitian ini digunakan 90 ekor broiler unsexed umur 1 minggu. Anak ayam tersebut secara acak dibagi dalam 5 group perlakuan ransum. Masing-masing menggunakan 18 ekor. Ransum mengandung 35% kedele berturut-turut diganti dengan 5; 15; 25 dan 35 persen bungkil kapuk. Data berat badan dan konsumsi makanan diperoleh dengan penimbangan sekali, dimana semua perlakuan sama. Hasil penelitian menunjukkan berat badan rata-rata anak ayam tiap minggu terdapat perbedaan yang nyata (P 0,05) pada ransum yang mengandung bungkil biji kapuk 15; 25 dan 35 persen. Sedangkan pada pergantian dengan persen bungkil kapuk level 5% tidak berpengaruh secara nyata terhadap kenaikan berat badan. Rata-rata makanan yang dihabiskan sampai akhir penelitian (8 minggu) menurun secara nyata pada ransum yang mengandung 15, 25, dan 35. Sedangkan dengan 5% tidak berpengaruh secara nyata terhadap banyaknya ransum yang dihabiskan. Pergantian pada semua level persen bungkil biji kapuk tidak berpengaruh secara nyata terhadap banyaknya ransum yang dihabiskan. Terjadinya kematian yang tinggi pada ransum yang mengandung bungkil biji kapuk 25 dan 35 persen masing-masing sebesar 61 persen dan 55 persen, memberikan petunjuk adanya racun dalam bungkil biji kapuk.
Kata Kunci : Kedelai; bungkil biji kapuk (Ceiba Pentandra); Ransum Broiler