Status Imun Pada Wanita Hamil Terhadap Infeksi Virus Herpes Simpleks Di Rsup Dr. Sardjito Yogyakarta Pada Tahun 1997-1998
Marlyna Afifudin, dr. Praseno ; dr. Achmad Djunaidi, SU
1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN"Dewasa ini insidensi penyakit menular seksual (PMS) di beberapa negara meningkat dengan cepat. Banyak laporan mengenai insidensi penyakit ini namun angka-angka tersebut tidak menggambarkan angka yang sesungguhnya. Hal ini dapat disebabkan antara lain: banyak kasus yang tidak dilaporkan karena belum ada UU yang mengharuskan untuk melapor, pada wanita umumnya asimtomatik sehingga merasa tidak perlu berobat, dll. Peningkatan ini dipengaruhi kemajuan jaman dan perubahan pola hidup. Salah satu penyakit menular seksual yang ada di masyarakat adalah herpes simpleks yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Pada wanita hamil hal ini perlu mendapat perhatian yang lebih dari para praktisi medis, mengingat akibat yang dapat ditimbulkan bagi janin. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi virus herpes simpleks pada wanita hamil di RS Dr. Sardjito periode 1997-1998. Subyek yang digunakan adalah wanita hamil, tanpa memandang umur kehamilan dan umur ibu. Evaluasi hasil dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil yang didapatkan menunjukkan 5 orang (10%) wanita hamil positif terinfeksi virus herpes simpleks dan 45 lainnya (90%) tidak terinfeksi. Dari 5 orang yang terinfeksi didapatkan 3 orang (6%) memiliki antibodi IgG spesifik anti virus herpes simpleks yang berarti terdapat infeksi laten. Sedangkan 2 orang {4%) wanita hamil memiliki IgM dan IgG spesifik anti virus herpes simpleks, ini menandakan adanya infeksi primer atau rekuren. Dari hasil penelitian diatas terlihat bahwa prevalensi infeksi virus herpes simpleks tidak terlalu tinggi. Namun tetap perlu dipikirkan adanya intervensi medis yang lebih dini dan pendidikan mengenal penyakit ini."
Kata Kunci : -