Pemantauan pemanfaatan ruang terhadap rencana detail tata ruang kota Bantul dengan pemanfaatan citra satelit ikonos dan sistem informasi geografis (Kasus di bagian wilayah Kota I, III dan IV)
Ade Ayu Dyaning Tyas, Barandi Sapta Widartono, S.Si., M.Sc.
2007 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVPenelitian ini bertujuan untuk memantau keselarasan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kota Bantul, khususnya pemantauan pemanfaatan ruang dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Cakupan wilayah penelitian adalah sebagian wilayah Kota Bantul (Bagian Wilayah Kota I, III dan IV). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit Ikonos perekaman tanggal 30 Mei 2006 dan peta rencana pemanfaatan ruang Kota Bantul tahun 2006-2015. Metode yang digunakan adalah dengan teknik interpretasi citra ikonos untuk mendapatkan data pemanfaatan ruang aktual, dan didukung dengan cek lapangan tahun 2007. Analisis hasil dilakukan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis, dengan pemanfaatan perangkat lunak Arc View 3.3. Teknik yang dilakukan adalah dengan cara tumpangsusun (overlay) antara peta pemanfaatan ruang aktual dengan peta rencana pemanfaatan ruang yang telah disusun. Penelitian ini menghasilkan peta keselarasan pemanfaatan ruang, dengan pembagian klas menjadi tiga, yaitu: selaras, belum terealisasi dan tidak selaras. Persentase keselarasan dengan klas selaras sebesar 61.87 %, belum terealiasi sebesar 30.73 % dan tidak selaras sebesar 7.40 %. Sebaran klas-klas ini yaitu: BWK I dengan klas selaras seluas 1426036.19 m2, belum terealisasi seluas 466258.73 m2 dan tidak selaras seluas 61646.58 m2; BWK III dengan klas selaras seluas 1362426.67 m2, belum terealisasi seluas 786280.75 m2 dan tidak selaras seluas 230798.99 m2; dan BWK IV dengan klas selaras seluas 1731367.43 m2, belum terealisasi seluas 992482.46 m2 dan tidak selaras seluas 247331.62 m2. Klas keselarasan belum terealisasi didominasi dari klasifikasi pemanfaatan ruang aktual berupa daerah hijau untuk rencana pemanfaatan ruang lainnya. Perhitungan klas keselarasan untuk daerah hijau ini hanya berupa daerah hijau (pertanian) daerah hijau yang dapat dibudidayakan. Persentase perubahan luas total daerah hijau dengan luas daerah hijau sebagai kawasan lindung dan RTH adalah sebesar 1,43 %. Daerah hijau yang termasuk kawasan lindung adalah sempadan sungai Winongo yang terletak di timur Kota Bantul (BWK IV-2) dengan luas 431236.41 m2, RTH (Ruang Terbuka Hijau) di sekitar Mesjid Raya Bantul (BWK III- 1) dengan luas 316534.77 m2 dan Taman Tirta di dusun Niten (BWK IV-1) seluas 109904.62 m2. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa citra satelit ikonos dapat digunakan untuk menyadap informasi kekotaan dengan cukup baik, dengan ketelitian interpretasi sebesar 83,19%.
This research aimed to observe harmony of the Detail Spatial Structure Plan of Bantul, particularly on monitoring spatial usage by using remote sensing technology and Geographic Information System (GIS). Scope of this research was part of Bantul city (city area I, III and IV). Material used in this research was image of satellite Ikonos, recorded May 30, 2006 and spatial use plan map of Bantul for 2006-2015. Method used was interpretation of Ikonos image to get actual spatial use data and supported with field check in 2007. Results were analyzed using Geographic Information System, using software Arc View 3.3. It used overlay technique between actual space use map and prepared space use plan map. This research resulted spatial usage synchronization map, with division of three classes (synchronous, unrealized and asynchronous). Persentage of synchronous, unrealized and asynchronous classes was 61.87 %, 30.73 %, 7.40% respectively. Distribution of synchronous, unrealized and asynchronous classes for BWK I were 1426036.19 m2, 466258.73 m2, 61646.58 m2, respectively; for BWK III 1362426.67 m2, 786280.75 m2, 230798.99 m2, respectively; and for BWK IV 1731367.43 m2, 992482.46 m2, 247331.62 m2, respectively. Synchronization class of unrealized was dominated with actual space use of green area for other spatial use. Calculation of class for green area was only agriculture area or cultivated green area. Percentage of change in total green area with broad of green area as conservation area and RTH was about 1.43 %. Green area included as conservation area was river Winongo borded located in east Bantul city (BWK IV-2) (431236.41 m2), Green Open Space around Bantul Great Mosque (BWK III-1) (316534.77 m2) and Taman Tirta in Niten village (BWK IV-1) (109904.62 m2). Result of this research indicated that image of satellite Ikonos can be used to absorb city information well, with interpretation accuracy of 83.19%.
Kata Kunci : Rencana Detail Tata Ruang kota,Pemanfaatan ruang,Sistem informasi geografis, Citra satelit ikonos