Aplikasi teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi untuk penyusunan pola pemanfaatan ruang di wilayah kepesisiran kabupaten Kulon Progo
Narwawi Pramudhiarta, Dr. Hartono, DEA., DESS.
2004 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHTujuan dari penelitian ini adalah (1) memperoleh informasi spasial karakteristik satuan lahan yaitu penggunaan lahan, bentuklahan, lereng, dan jenis tanah, (2) menentukan kemampuan lahan wilayah kepesisiran Kabupaten Kulon Progo, (3) menentukan arahan pemanfaatan ruang wilayah penelitian. Penyusunan arahan pemanfaatan ruang dibuat sampai pada tingkat meso, yang disusun berdasarkan kelas kemampuan lahan, kondisi sosial ekonomi, penggunaan lahan aktual, dan peraturan tentang tata ruang. Sebagian besar data fisik diperoleh dari interpretasi foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 20.000 tahun 2001, yang dilengkapi dengan cek lapangan. Evaluasi kelas kemampuan lahan menggunakan pendekatan satuan lahan yang diperoleh dari hasil tumpang susun antara peta bentuklahan, penggunaan lahan, kemiringan lereng, dan jenis tanah. Data-data tersebut secara keseluruhan mampu diperoleh melalui interpretasi foto udara dan cek lapangan. Data penentu kemampuan lahan yang dapat diperoleh dari interpretasi foto udara yaitu tingkat erosi, kedalaman efektif tanah, drainase, dan ancaman banjir, sedangkan data penentu kemampuan lahan yang diperoleh dengan pengukuran lapangan yaitu tekstur tanah, pH tanah, kerikil atau batuan, dan salinitas. Penilaian kelas kemampuan lahan dilakukan dengan membandingkan antara data kemampuan lahan dengan klasifikasi kelas kemampuan lahan. Penyusunan arahan pemanfaatan ruang didasarkan atas kelas kemampuan lahan, penggunaan lahan aktual, kondisi sosial ekonomi, dan peraturan perundangan terkait dengan penyusunan pola pemanfaatan ruang Rata-rata tingkat akurasi ketelitian interpretasi untuk data satuan lahan (bentuklahan, penggunaan lahan, kemiringan lereng, dan jenis tanah) adalah sebesar 86,9%, dan untuk data kemampuan lahan adalah sebesar 82,15% Hasil evaluasi kemampuan lahan wilayah penelitian terdiri dari 6 kelas kemampuan lahan yaitu kelas I, II, III, IV, VI, dan VIII, yang memiliki berbagai macam faktor pembatas (drainase permukaan, ancaman banjir, perakaran). Hasil dari penyusunan pola pemanfaatan ruang wilayah penelitian dapat dibagi menjadi 6 kawasan yaitu kawasan permukiman dengan luas 532,4 Ha (13,8 %), kawasan tanaman semusim dengan luas 2342,4 Ha (60,9%), kawasan tanaman rumput dengan luas 123,6 Ha (3,2%), kawasan pariwisata dengan luas 263,3 1la (6,8%), kawasan lindung dengan luas 533,7 lla (13.9%), dan kawasan militer dengan luas 52,7 Ha (1,4%).
The aim of this research are (1) to obtain the spatial information of land unit characteristic in Kulon Progo coastal area, (2) to determine land capability of the coastal area (3) to produce spatial arrangement plan of the research area. The planning of the spatial arrangement was conducted in meso level, that is based on data of land capability classes, social economic condition, existing land use, and regulations of arrangement. Most of the physical data were obtained through black and white panchromatic aerial photograph interpretation in scaled 1:20,000 taken in 2001 and completed by field check. The evaluation of land capability class used land unit approach which was resulted from overlaying landform, land use, slope, and soil maps. The input data for the land unit was obtained completely from the interpretation result of aerial photograph. The land capability data (erosion level, soil depth, surface drainage, and flood susceptibility) were obtained from the aerial photograph, while another data (soil texture, soil pH, gravel (rock), and salinity) that can not be obtained from the air photograph were measured in the field. The land capability class was composed by matching between each of land capability data and the criteria of land capability. The spatial arrangement map was produced by analysing the land capability class, the existing land use, social economic condition, and the regulations related with managing of land use. The result of land capability evaluation on research area consist of 6 classes that are class I, II, III, IV, VI, and VIII in various obstacles of its land (surface drainage, flood susceptibility, and soil depth till rooting zone). The average of the accuracy interpretation level of the land units data (land form, land use, slope, and soil) are 86,9%, and for the land capability data are 82,15% The result of the planning of the space arrangement of research area divides into 6 directed to the settlement region as wide as 532,4 Ha or 13,8%, season plant region as wide as 2342,4 ?? ?? 60,9%, grass plant region as wide as 123,6 Ha or 3,2%, tourism region as wide as 263,3 Ha or 6,8%, shelter region as wide as 533,7 Ha or 13,9%, and Military region as wide as 52,7 1 la or 1,4%.
Kata Kunci : Penginderaan jauh,sistem informasi geografis,Pola pemanfaatan ruang,Pesisir