Aktivitas penduduk lanjut usia di pedesaan dan perkotaan (Kasus dikecamatan Ngaglik kabupaten Sleman propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
Neni Puji Nur Rahmawati, Drs. Sudarsono K.M., M.S.; Drs. Sukamdi, M.Sc.
1998 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Ngaglik Kabupaten Slemen Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mengambil Judul "AKTIVITAS PENDUDUK LANJUT USIA DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN (Kasus di Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta)". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas penduduk lansia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain pendapatan, bantuan ekonomi dari keluarga lansia, tingkat kemampuan ekonomi keluarga lansia (tingkat kekayaan), pendidikan dan jumlah tanggungan penduduk lanjut usia. Selain itu untuk mengetahui pula adakah perbedaan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas penduduk lanjut usia antara daerah pedesaan dengan daerah perkotaan. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Sementara itu jumlah populasi yang memenuhi syarat untuk memperoleh kesempatan menjadi sampel penelitian di kedua desa penelitian tersebut sebanyak 1122 penduduk lanjut usia masing-masing 528 penduduk lanjut usia di daerah pedesaan dan 594 penduduk lanjut usia di daerah perkotaan. Adapun besarnya pengambilan sampel dilakukan secara quota sampling. dengan mengambil sampel sebanyak 200 responden masing-masing 100 responden mewakili daerah pedesaan dan 100 responden lagi mewakili daerah perkotaan. Sedangkan yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah penduduk lanjut usia yang berumur 60 tahun ke atas dan berstatus sebagai kepala keluarga baik laki-laki maupun perempuan. Analisa data yang digunakan adalah tabel frekwensi dan tabel silang. Sedangkan uji statistik yang digunakan adalah uji T-test dan Kai-kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk lansia di pedesaan (80%) dan di perkotaan (61%) mempunyai aktivitas masih bekerja dan di antara ke lima faktor yang diajukan dalam bentuk hipotesa dalam penelitian ini memang terdapat perbedaan yang nyata di dalam mempengaruhi aktivitas lanjut usia. Sedangkan hasil uji statistik T-test yang membedakan antara daerah pedesaan dengan perkotaan menemukan kenyataan bahwa faktor jumlah tanggungan lansia tidak menunjukkan alanya perbedaan antara daerah pedesaan dengan perkotaan dalam hubungannya dengan aktivitas penduduk lanjut usia. Sedangkan keempat faktor yang lain ternyata terdapat perbedaan yang nyata antara daerah pedesaan dengan perkotaan dalam hubungannya dengan aktivitas penduduk lanjut usia. Di antara kelima faktor yang berpengaruh terhadap aktivitas penduduk lanjut usia tersebut adalah faktor tingkat pendapatan lansia, faktor bantuan ekonomi dari anak/keluarga lansia, faktor tingkat kemampuan ekonomi (tingkat kekayaan) lansia, faktor tingkat pendidikan lansia dan faktor jumlah tanggungan lansia. Dari hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa memang terdapat perbedaan antara daerah pedesan dengan daerah perkotaan.
-
Kata Kunci : Aktivitas penduduk, penduduk lanjut usia