Pengaruh Perasan Portulaca Oleracea Sebagai Anthelmintik Terhadap Cacing Kait Anjing In Vitro
Warih Suwastiastuti, Dra. Budi Mulyaningsih, Apt., MS ; dr. Mahardika Agus Wijayanti, M.Kes.
2026 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPenyakit cacing kait masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia karena prevalensinya yang cukup tinggi. Mengingat kerugian yang ditimbulkannya cukup banyak, maka upaya penanggulangan dan pemberantasan penyakit ini harus lebih digalakkan. Namun ada kendala dalam upaya ini yaitu masih belum terjangkaunya obat-obat cacing oleh sebagian besar masyarakat terutama di pedesaan atau karena ketidaktahuan masyarakat mengenai obat-obat cacing. Di satu sisi, masyarakat khususnya di pedesaan sudah terbiasa dengan obat-obat tradisional dan banyak sekali tumbuhan di Indonesia yang digunakan sebagai antihelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh perasan tumbuhan krokot (Portulaca oleracea) sebagai anthelmintik terhadap cacing kait anjing secara ilmiah. Penelitian dilakukan secara eksperimental in vitro dengan cara merendam sejumlah cacing kait dalam perasan tumbuhan krokot (Portulaca oleracea) dalam 7 kelompok perlakuan, yaitu 5 kelompok perendaman dalam perasan tumbuhan krokot 10%, 25%, 50%, 75% dan 100%, 1 kelompok sebagai pembanding digunakan pirantel pamoat LD50 sebessar 0,236% dan 1 kelompok larutan garam fisiologis sebagai kontrol. Tiap kelompok menggunakan 10 ekor cacing kait. Lamanya waktu pengamatan ditentukan dengan hasil percobaan pendahuluan lama hidup cacing kait pada kelompok kontrol yaitu selama 17,33 jam dan diamati setiap jam. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Data yang diperoleh yaitu prosentase mortalitas cacing kait diuji dengan analisis probit untuk mnengetahui LD50 perasan tumbuhan krokot. Hasil penelitian ini menunjukkan LD50 perasan tumbuhan krokot sebesar 28,544%. Jika dibandingkan dengan LDSD pirantel pamoat 0,236% maka potensi perasan tumbuhan krokot sebagai anthelmintik jauh lebih rendah daripada daya anthelmintik pirantel pamoat.
Kata Kunci : -