Laporkan Masalah

Analisis Implementasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di RSUD dr. Achmad Darwis, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

Rezi Asmanovia, Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA ; Dr. Fitrina M Kusumaningrum, SKM, MPH

2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Peningkatan prevalensi penyakit dan tingginya biaya layanan mendorong rumah sakit untuk memperkuat upaya pencegahan melalui Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). Implementasi PKRS di Indonesia masih bervariasi, dengan beberapa rumah sakit sudah berjalan optimal sementara lainnya menghadapi berbagai kendala. RSUD dr. Achmad Darwis sebagai satu-satunya rumah sakit di Kabupaten Lima Puluh Kota menghadapi tantangan meningkatnya kepadatan penduduk yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit menular. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi PKRS yang berfokus pada intervensi untuk pengunjung dan masyarakat sekitar dengan menggunakan kerangka Logic Model untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program. Penelitian ini merupakan studi kasus kualitatif dengan informan yang terdiri dari pimpinan rumah sakit, ketua dan anggota tim PKRS, tenaga kesehatan, pasien rawat jalan dan pendamping, serta masyarakat penerima manfaat yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, dengan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKRS berada pada tahap perkembangan namun belum optimal. Pemahaman tentang PKRS masih keliru dan pembentukan program sebelumnya lebih berorientasi pada pemenuhan akreditasi. Input program terbatas karena kurangnya SDM kompeten, pemanfaatan media yang belum maksimal, pendanaan yang tidak teralokasi khusus, serta kebijakan yang belum menempatkan PKRS sebagai prioritas. Output program juga belum konsisten, terutama pada kegiatan edukasi dan monitoring yang masih bersifat administratif. Faktor eksternal berupa rendahnya literasi kesehatan dan persepsi masyarakat turut menghambat efektivitas program. Secara keseluruhan, PKRS telah berjalan namun belum optimal pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas SDM, dan pemantapan sistem dibutuhkan untuk memastikan PKRS berfungsi lebih efektif sebagai upaya promotif dan preventif di rumah sakit.

The increase in disease prevalence and high service costs have prompted hospitals to strengthen prevention efforts through Health Promotion Hospital (HPH). The implementation of HPH in Indonesia still varies, with some hospitals already operating optimally while others face various obstacles. dr Achmad Darwis as the only hospital in Lima Puluh Kota District faces the challenge of increasing population density, which has the potential to accelerate the spread of infectious diseases. This study aims to analyze the implementation of HPH, focusing on interventions for visitors and the surrounding community using a Logic Model framework to improve the effectiveness and sustainability of the program. This study is a qualitative case study with informants consisting of hospital administrators, HPH team leaders and members, health workers, outpatients and their companions, as well as beneficiaries who meet the inclusion criteria. Data collection was conducted through in-depth interviews, observations, and document reviews, with data validity ensured through triangulation of sources and methods.

The results of the study indicate that the implementation of HPH is in the development stage but is not yet optimal. Understanding of HPH is still flawed, and the formation of previous programs was more oriented towards meeting accreditation requirements. Program inputs are limited due to a lack of competent human resources, suboptimal use of media, funding that is not specifically allocated, and policies that do not prioritize PKRS as a priority. Program outputs are also inconsistent, particularly in educational and monitoring activities that remain administrative in nature. External factors such as low health literacy and public perception also hinder the program's effectiveness. Overall, HPH has been implemented but is not yet optimal in terms of planning, implementation, and evaluation. Strengthening policies, enhancing human resource capacity, and consolidating systems are needed to ensure HPH functions more effectively as a promotive and preventive effort in hospitals.

Kata Kunci : implementasi program, promosi kesehatan, Promosi Kesehatan Rumah Sakit, logic model

  1. S2-2026-514018-abstract.pdf  
  2. S2-2026-514018-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-514018-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-514018-title.pdf