Pengaruh lama kateterisasi terhadap kejadian infeksi saluran kemih
PEMBANTJANAWATI, Endah Kurnia, dr. Osman Sianipar, MSc.,DMM.,SpPK(K)
2005 | Tesis | PPDS I Patologi KlinikInfeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi yang terjadi di sepanjang traktus urinarius, dari uretra sampai ginjal. Infeksi Saluran Kemih meliputi uretritis, sistitis, pielonefritis, dan ISK terkait kateterisasi. Infeksi Saluran Kemih terkait pemasangan kateter, merupakan ISK yang sering terdapat pada penderita yang dirawat di rumah sakit, dan risiko kejadian infeksi akan meningkat seiring dengan lama hari pemakaian kateter. Faktor yang mempengaruhi kejadian ISK terkait pemasangan kateter antara lain: lama kateterisasi, tata laksana pemasangan kateter, jenis kateter yang digunakan, kolonisasi mikroba dalam kantong drainase, Diabetes Mellitus, kelainan anatomi, wanita, dan pemasangan kateter selain untuk pengeluaran urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah insidensi ISK akibat pemasangan kateter lebih dari 3 hari lebih besar jika dibanding dengan insidensi ISK akibat pemasangan kateter sampai dengan 3 hari, dan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISK. Penelitian dilakukan secara prospektif terhadap 44 penderita dewasa dengan kateterisasi uretra yang dirawat di bangsal Bedah, Penyakit Dalam, ObsGyn, dan Saraf RS Dr. Sardjito Yogyakarta. Subyek penelitian dikelompokkan dalam kelompok kateterisasi sampai dengan 3 hari dan kelompok yang lebih dari 3 hari. Subyek dipilih secara berurutan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria klinis dan laboratoris. Diagnosis klinis didasarkan pada tanda dan gejala klinis ISK. Diagnosis laboratoris dibuat berdasarkan hasil pemeriksaan biakan urin. Infeksi Saluran Kemih sebagai keluaran utama diamati selama 14 hari, untuk setiap penderita. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui perbedaan angka kejadian ISK antara kelompok kateterisasi sampai dengan 3 hari dan kelompok yang lebih dari 3 hari. Uji regresi logistik digunakan untuk menganalisis faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISK. Batas interval kepercayaan kemaknaan digunakan nilai 95% (p<0,05). Kejadian ISK pada kelompok kateterisasi sampai dengan 3 hari sebanyak 25% dan kelompok yang lebih dari 3 hari sebanyak 27,2%, dengan menggunakan uji proporsi didapatkan perbedaan tidak bermakna p = 0,835. Insidensi ISK pada kateterisasi uretra sampai dengan 3 hari tidak berbeda dengan lama kateterisasi uretra lebih dari 3 hari. Lama kateterisasi tidak berpengaruh terhadap insidensi ISK. Insidensi ISK akibat pemasangan kateter yang dilakukan di ruang tindakan secara bermakna lebih rendah dibandingkan dengan pemasangan kateter di bangsal
Urinary Tract Infection (UTI) is a general term referring to infection anywhere along the urinary tract from the urethral meatus to the kidney. Urinary Tract Infection includes urethritis, cystitis, pyelonephritis, and catheter-associated infections. Catheter-associated urinary track infections are the commonest nosocomial infection, and the infections risk increased along with the duration of catheterization. Factors that influence catheter associated UTI are: duration of catheterization, the technique of catheter insertion, type of catheter, microbial colonization of drain bag, diabetes mellitus, anatomic abnormalities, female, and catheter insertion other than for output measurement. The objective of this study is to investigate whether the UTI incidence in patient with urethral catheterization more than 3 days greater than that less than or equal to 3 days; and to determine the main factor that influence UTI. A prospective study with cohort design is carried out in Dr. Sardjito hospital Yogyakarta between February to June 2004. Among 44 adult patients with urethral catheterization in Surgery, Obstetric and Gynecology, Internal Medicine, and Neurology wards were enrolled in the study. The diagnose of UTI was based on clinical sign symptom and urine culture. Follow up was conducted during 14 days to determine the presence or absence of UTI. Chi-square test and logistic regression were used for statistical analysis. Logistic regression analysis is used to determine the strongest factor for developing UTI. Results showed that the incidence of UTI among the less than or equal to 3 days was 25% compared to 27,2% in the more than 3 days group, and it was not statistically significance. Conclusion, the duration of catheterization did not influenced of UTI.
Kata Kunci : Infeksi Saluran Kemih,Katerisasi, UTI, catheter, catheterization duration, urine culture