Tinjauan sosial, Ekonomi Peternakan Kerbau di Daerah Persawahan/Irigasi Kabupaten Klaten
SUTOPO, Dr. Soeharto Pr.; Drh. Gamblong Sudiono; Ir. Sudi Nurtini
1982 | Skripsi | S1 PETERNAKANPenelitian ini bertujuan mengetahui sampai dimana peranan kerbau d usaha tani rakyat di daerah persawahan/Irigasi Ka- bupaten Klaten. Sampel terdiri atas 120 orang petanil peternak kerbau yang bertempat tinggal di 4 desa dari 5 kecamatan daerah irigasi ka- bupaten Klaten. Penelitian dilakukan dengan cara survey dengan mengeunakan pedoman kuesioner yang disliapkan untuk responden pe ternak kerbau. Data sekunder juga dikumpulican dari kalurahan, Dinas Pertanian dan Dinas Pelernakan Kabupaten Klaten, Dari hasil penelitian didapat bahwa, rata-rata pemiliken ternak kerbau per petani veternalk adalah 2,14 ekor dengan lama pemeliharaan rata-rata 2,75 tanun. Input dari pemeliharaan Lernak keprbau mel fixed cost ) sebesar Rp 901,92 atau 3,187 bulan, makanan sebesar Rp20.954, 55atau 77%,82% perbulan, dan te naga kerja perawatan sebesar Rp 6.528,40 atau 23% dari total i pw perbulan dari pemeliharaan ternsk kerbau. - Peranan kerbau di. daerah nenelitian adalah sebapgal tenaga lerja pengolah sawah, dimana setiap pasang kerbau harus menyelesaikan sawah seluas 1,532 Ha permusim tanam dan memberikan pendapatan sebesar Rp 6.695,37 atau 36,765 darl total outout verbulan., i samping peranan lkerbau sebagal pemenuhan tenaga kerja di daerah penelitian, kerbau inpa berperan sebagai abungan dan penghasil pupuk kandang. Sebagai tabungan menghasilkan output sebesar Rp 10.182,89 per bulau atau 55,92% dari total output perbulan, sedanghan dari pupuk kandang memberikan hasil sebesar Rp 1.334,19 atau 7, i total output pemeliharaan kerbau perbulan. Dari analisa input dan outpnt diatas bida dihitung secara usaha tani (tanpa diperhitungkan ya makanan dan biaya tenaga kerja peravatan) akan berpenghasilan sebesar Rp 16.301,29 perbu lan per petani peternak kerbau, sedangkan kalau dihitung secara ekonomi akan mendapatkan kerugian sebesar Rp 10.172,65 perbulan, puti, biaya tetap ( L total input perDarl analisa data diatas dapat disimpulkan bahwa, walaapun Beca ra usaha tani peternak kerbau mendapatkan nilal lebih (keuntungan) tetapi ternyata populasi ternak izorbau Kabupaten Klaten menurun 2% pertahun (dihitung sejak tahun 1972), hal ini disebab kan lkarena kurang meratanya trivusi pejantan untuk tiap-tiap” wilayah dan pemasukan dan pengeluaran ternak kerbau tidak teratur. Selanjutnya penurunan populasi kerbau di Kabupaten Klaten perlu diteliti lebih lanjut
Kata Kunci : Tinjauan sosial, Tinjauan Ekonomi, Peternakan Kerbau