PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ULAT GRAYAK Spodoptera frugiperda DENGAN PAKAN ALAMI DAN PAKAN BUATAN
Fida Karismandira, Dr. Ir. Arman Wijonarko, M.Sc.
2026 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN
Jagung (Zea mays) merupakan salah satu tanaman
pangan yang banyak ditanam di Indonesia. Salah satu hama yang dapat menurunkan
produksi jagung yaitu Spodoptera frugiperda. Hama ini menyerang pada
fase larva dengan memakan daun jagung pada fase vegetatif. Selain itu, Spodoptera
frugiperda ini juga sering dijadikan sebagai objek penelitian di
laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, perkembangan, dan neraca kehidupan Spodoptera
frugiperda yang dibiakkan dengan pakan alami dan pakan buatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakan
berpengaruh terhadap biologi dan neraca kehidupan Spodoptera frugiperda. Siklus
hidup pada pakan buatan, baby corn dan daun jagung berlangsung selama 44,36;
29,58; dan 38,61 hari. Spodoptera frugiperda yang diberi pakan buatan
memperlihatkan keperidian yang lebih rendah (85,63 butir) dibanding dengan yang
diberi pakan baby corn (113,86 butir) dan daun jagung (291,64 butir).
Laju pertambahan intrinsik (rm) berbeda nyata diantara jenis pakan yang
diberikan, tertinggi (0,147 individu/induk/h) pada baby corn, diikuti oleh
pakan buatan (0,019) dan daun jagung (0,081). Tingginya nilai rm bersama laju reproduksi
bersih (Ro) dan laju pertambahan terbatas (?), serta singkatnya masa ganda (DT)
pada perlakuan baby corn, menunjukkan bahwa pada penelitian ini perlakuan
pakan baby corn merupakan jenis pakan yang paling sesuai bagi kehidupan Spodoptera
frugiperda.
Corn (Zea mays) is a food crop widely
grown in Indonesia One pest that can reduce corn production is Spodoptera
frugiperda. This pest attacks the larval stage by eating corn leaves
during the vegetative stage. beside that, Spodoptera frugiperda is also
often used as a research object in the laboratory. This research was amied to
determine the growth, development, and life table of Spodoptera frugiperda
bred with natural diet and artificial diet. The results showed that the type of
feed affects the biology and life table of Spodoptera frugiperda. The life
cycle on artificial diet, baby corn and corn leaves was 44.36;
29.58; and 38.61 days, respectively. Spodoptera frugiperda feed on
artificial diet showed lower fekundity (85.63 eggs) compared to compare to baby
corn (113.86 eggs) and corn leaves (291.64 eggs). The intrinsic rate
of increase (rm) was significantly different among treatments, with the highest
rate (0.147 female offspring/female/d) on baby corn, followed by artificial diet
(0.019) and corn leaves (0.081). The maximum value of rm along with net
reproductive rate (Ro) and finite rate of increase (?), and the short doubling time
(DT) on baby corn, indicating that baby corn was the more
favorable diet for Spodoptera frugiperda.
Kata Kunci : Spodoptera frugiperda, neraca kehidupan, pakan alami, pakan buatan