PERILAKU KANIBALISME PADA LARVA Spodoptera exigua PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.)
Alden Kaia Gantari, Dr. Ir. Nugroho Susetya Putra, M.Si.
2026 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN
Spodoptera exigua
merupakan hama utama pada tanaman bawang merah (Allium cepa L.) yang
dapat menimbulkan kerugian hasil yang tinggi. Salah satu strategi bertahan
hidup larva hama ini pada kondisi lingkungan tidak menguntungkan adalah
perilaku kanibalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh
perbedaan instar, ketersediaan pakan, dan kepadatan populasi terhadap frekuensi
kanibalisme, tingkat survival, keberhasilan perkembangan ke fase selanjutnya,
serta sex ratio Spodoptera exigua.
Penelitian dilaksanakan di rumah
kaca dan Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
selama bulan September–November 2025 menggunakan rancangan acak lengkap dengan
delapan perlakuan dan sepuluh ulangan. Larva instar 2 dan instar 4 diuji dalam
kondisi tanpa pakan, pakan bawang merah 50%, perbedaan kepadatan, serta
kombinasi instar. Parameter yang
diamati meliputi frekuensi kanibalisme, tingkat survival, keberhasilan
perkembangan hingga imago, dan rasio jantan-betina.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Spodoptera
exigua memiliki sifat kanibalisme yang dipengaruhi oleh ketersediaan pakan,
perbedaan instar, dan kepadatan populasi. Kanibalisme paling tinggi terjadi
pada larva instar 2, terutama pada kondisi tanpa pakan dan kepadatan tinggi,
sedangkan instar 4 menunjukkan tingkat kanibalisme yang rendah. Tingkat
survival dan keberhasilan mencapai fase selanjutnya dipengaruhi oleh tingkat
luka akibat kanibalisme dan kecukupan nutrisi. Selain itu, kondisi nutrisi yang
lebih baik cenderung menghasilkan proporsi betina lebih tinggi. Penelitian ini
memberikan pemahaman baru mengenai dinamika perilaku kanibalisme Spodoptera
exigua dan berpotensi menjadi dasar dalam pengelolaan hama berbasis
ekologi.
Spodoptera exigua is a
major pest of shallot (Allium cepa L.) that can cause significant yield
losses. One of the survival strategies employed by its larvae under unfavorable
environmental conditions is cannibalistic behavior. This study aimed to examine
the effects of larval instar differences, food availability, and population
density on the frequency of cannibalism, survival rate, developmental success
to subsequent life stages, and sex ratio of Spodoptera exigua.
The research was conducted in a
greenhouse and the Insect Pest Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas
Gadjah Mada, from September to November 2025, using a completely randomized
design with eight treatments and ten replicates. Second- and fourth-instar
larvae were tested under conditions of no food, 50% shallot leaf provision,
different population densities, and mixed-instar combinations. Observed
parameters included cannibalism frequency, survival rate, developmental success
to the adult stage, and male-to-female ratio.
The results
demonstrated that Spodoptera exigua exhibits cannibalistic behavior
influenced by food availability, instar differences, and population density.
The highest cannibalism occurred in second-instar larvae, particularly under
food deprivation and high-density conditions, whereas fourth-instar larvae
showed a low level of cannibalism. Survival rate and successful development to
subsequent stages were affected by the severity of injuries resulting from
cannibalism and by nutritional adequacy. Furthermore, better nutritional
conditions tended to produce a higher proportion of females. This study
provides new insights into the dynamics of cannibalistic behavior in Spodoptera
exigua and may serve as a basis for ecologically based pest management
strategies.
Kata Kunci : Spodoptera exigua, Bawang merah (Allium cepa L.), kanibalisme.