Laporkan Masalah

Dampak pemekaran kecamatan Tembalang terhadap perkembangan fasilitas pelayanan sosial ekonomi

Nuzuly Prakriti, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.

2010 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Pemekaran Kecamatan Tembalang menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk dan tuntutan fasilitas pelayanan sosial ekonomi. Penelitian berjudul "Dampak Pemekaran Kecamatan Tembalang terhadap Perkembangan Fasilitas Pelayanan Sosial Ekonomi" bertujuan (1) mengetahui perkembangan fasilitas pelayanan sosial ekonomi, (2) mengetahui daya layan fasilitas pelayanan sosial ekonomi dalam menunjang fungsinya sebagai kecamatan baru, (3) mengetahui persepsi masyarakat mengenai perkembangan fasiltas sosial ekonomi, (4) menentukan kebutuhan perkembangan fasilitas pelayanan sosial ekonomi. Data diperoleh dari analisis data sekunder dan data primer melalui metode survai dengan kuestioner kepada responden dari 3 daerah sampel berdasarkan purposive random sampling, yaitu Kelurahan Kedungmundu, Tembalang dan Sambiroto. Variabel penelitian meliputi fasilitas sosial yang terdiri dari fasilitas pendidikan, kesehatan, keamanan dan keagamaan, serta fasilitas ekonomi yang terdiri dari pasar, toko, warung dan bank. Perhitungan yang digunakan adalah perhitungan nilai perkembangan, daya layan dan cross tabs multivariate untuk perhitungan persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perkembangan fasilitas pelayanan sosial ekonomi tinggi di Kelurahan Mateseh, Tandang dan Sambiroto yang berkembang pesat karena dilalui jalan yang menghubungkan Kecamatan Tembalang-Kecamatan Pedurungan-Kecamatan Candisari di wilayah utara menuju Kabupaten Demak dan Mranggen, serta Kecamatan Banyumanik di wilayah selatan yang menghubungkan dengan Kabupaten Semarang. Daya layan fasilitas sosial ekonomi yang menurun dari klas III (tinggi) menjadi klas I (rendah) terjadi di Kelurahan Mangunharjo karena ketidakseimbangan daya layan dengan jumlah penduduk. Kelurahan yang mengalami peningkatan dari klas II (sedang) menjadi klas III (tinggi) adalah Kelurahan Mateseh dan Sambiroto. Persepsi sebagian masyarakat di pusat pemerintahan mengatakan, perkembangan fasilitas sosial ekonomi rata-rata sudah cukup baik di bidang kesehatan, pendidikan dan tersedianya toko. Sedang daerah pinggiran masih perlu menambah beberapa fasilitas, seperti pelayanan perbankan, pasar serta gereja dan vihara

The expansion of Tembalang District has made population and demands of social economy service facilities are increased. Research entitled "The Impact of Tembalang District Expansion towards the Development of Social Economy Service Facilities" purposes (1) to know the development of social economy service facilities, (2) to know the serve capacity of social economy service facilities in supporting its function as new sub district, (3) to know public perception concerning the development of social economy facilities, (4) to determine the necessity of the development of social economy service facilities. Data is collected from secondary and primary data analysis by using observation method with questionnaires to respondents from three samples area based on purposive random sampling, that are Kedungmundu, Tembalang, and Sambiroto District. Statistical variables include social facilities like education, health, safety, and religious facilities, along with economy facilities like market, shop, stall, and bank. To calculate the public perception, it uses development value, serve capacity and cross tabs calculation. The research result show that the high development of social economy service facilities are appeared in Meteseh, Tandang, and Sambiroto Sub district which are developing rapidly since they are passed by street connecting Tembalang Sub district Pedurungan Sub district Candisari District in north area go in the direction of Mranggen and Demak Regency, along with Banyumanik District in south area connecting Semarang Regency. The serve capacity of social economy facilities which are going down from class III (high) to class 1 (low) are occurred in Mangunharjo Sub district because of the imbalance in the serve capacity and the population. The districts which are rising from class II (medium) to class III (high) are Meteseh and Sambiroto Sub district. Some public perception in government center say that the development of social economy facilities is good enough in average on health field, education and shop available. In the other hand, suburb area still need to increase some facilities like banking service, market, and also church and nunnery.

Kata Kunci : Pemekaran Wilayah, Tembalang, Fasilitas Pelayanan, Sosial Ekonomi,Expansion area, Tembalang, Service Facilities, Social Economy

  1. S1-2010-167757-Abstract.pdf  
  2. S1-2010-167757-Bibliography.pdf  
  3. S1-2010-167757-TableofContent.pdf  
  4. S1-2010-167757-Title.pdf