Perkembangan pembangunan manusia menurut kabupaten/kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta 1996-2007
Nurwita Mustika Sari, Drs. Tukiran, M.A.
2010 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPembangunan manusia menurut UNDP dapat didefinisikan sebagai sebuah proses untuk memperluas pilihan setiap orang. Pada setiap tingkat pembangunan, terdapat tiga hal yang esensial, yaitu hidup lebih lama dan sehat, lebih berpendidikan dan terampil, serta mempunyai penghasilan untuk hidup layak. Suatu ukuran yang menggambarkan pencapaian di suatu wilayah dalam tiga dimensi dasar pembangunan manusia tersebut adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui variasi keruangan kualitas sumber daya manusia berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Tengah dan Yogyakarta; (2) mengetahui perkembangan kualitas sumber daya manusia berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia selama 1996-2007; dan (3) mengetahui faktor yang paling mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia selama 1996-2007 di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode analisis statistik khususnya deskriptif kuantitatif yang dilanjutkan dengan analisis peta hasil. Metode tersebut menunjukkan kabupaten/kota dengan IPM yang lebih rendah daripada provinsi dan menghitung indeks dimensi pembangunan manusia. Peta hasil dibuat untuk menyajikan variasi keruangan dari hasil perhitungan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa wilayah dengan IPM rendah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berada pada zona selatan. Nilai IPM pada zona tengah lebih tinggi dibandingkan zona utara dan zona selatan. Sementara itu nilai IPM di zona utara lebih tinggi dibandingkan zona selatan. Nilai IPM yang tinggi ada di wilayah perkotaan karena berbagai faktor seperti fasilitas dan aksesibilitas yang baik. Saat krisis ekonomi terjadi, yaitu sejak pertengahan 1997 dampaknya terlihat sangat berpengaruh terhadap pembangunan manusia. Hal ini terlihat dari nilai IPM yang menurun drastis di hampir seluruh wilayah kabupaten/ kota di daerah penelitian. Pada tahun-tahun berikutnya nilai IPM kembali meningkat secara perlahan sehingga IPM 2007 mencapai kondisi lebih baik dibandingkan IPM 1996. Pemerintah daerah baik itu kabupaten/kota harus mengetahui indeks dimensi pembangunan manusia di wilayahnya yang masih tertinggal sehingga wilayah tersebut akan dengan mudah dan tepat menentukan prioritas pembangunan di wilayahnya.
Human development according to the UNDP can be defined as a process to enlarge the choices of people. At every levels of development, there are three essential things, namely a longer and healthier life, more educated and skilled, and also having income to get decent standard of living. A measure which describes the achievement in a region in three basic dimensions of human development is the Human Development Index (HDI). The purposes of this study are (1) to know the spatial variation of human resources quality from the Human Development Index in Central Java and Yogyakarta; (2) to know the development of human resources quality from the Human Development Index in 1996-2007; and (3) to determine the factor that most affect the Human Development Index in 1996-2007 in Central Java and Yogyakarta. To achieve these purposes, we use statistical analysis method namely quantitative descriptive which is followed by analysis of the result map. The method shows districts/ cities with lower HDI value than province and calculating the dimension index of human development. The maps are made to represent the spatial variation of calculation's result. Based on the survey result, we know that region with low HDI value in Central Java and Yogyakarta is in the southern. The HDI value in the middle zone is higher than the northern and southern. Meanwhile, the HDI value in the northern is higher than the southern. The HDI value is high in cities due to various factors such as good facilities and good accessibility. When the economic crisis occurred since mid-1997, the impact looks very influential on human development. It was reflected in the HDI value that drastically decreased in almost all districts/cities in the study area. In subsequent years, the HDI value increased again slowly so that the HDI in 2007 reached a better condition than the HDI in 1996. Local governments either districts or cities should know the dimension index of human development in the region that are still lagging so that the region will be easily and accurately determine development priorities in the region.
Kata Kunci : pembangunan manusia, Jawa Tengah dan Yogyakarta, kewilayahan,human development, Central Java and Yogyakarta, region