Clarias batrachus sebagai Predator Larva dan Pupa Culex pipien di Laboratorium
A. Elsy I. Lystiani , drh. Sitti Rahmah Umniyati, SU ; dr. Ernaningsih, DTM & H
1995 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPenggunaan agen biologi dalam usaha pemberantasan dan pengendalian serangga yang berperan sebagai vektor penyakit merupakan salah satu pilihan yang telah banyak dikembangkan dewasa ini, mengingat pemakaian insektisida secara terus-menerus dan tidak terkendali menimbulkan dampak resistensi vektor, terbunuhnya musuh alami dan yang terpenting adalah teraadlnya pencemaran lingkungan. Dalam penelitian ini diuji kemampuan Clarias batra- chus (ikan Lele) sebagai predator larva dan pupa Culex pipien fatigans di laboratorium. Penelitian terdiri atas 5 kelompok uji, masing-masing terdiri atas 500 ekor larva instar I, II, III, IV dan pupa, dengan replikasi 3 kali. Hasing-masing kelompok uji dipaparkan dengan 1 ekor ikan Lele kemudian diamati dalam waktu pemaparan 0,5 jam, 6 Jam, 12 Jjam, 24 jam, sedangkan kelompok kontrol tidak dipaparkan dengan pemberian ikan Lele. Kemampuan ikan Lele sebagai predator berbeda secara sangat bermakna (p<0,01) antara berbagai stadium dan waktu pemaparan, kecuali antara larva instar IV dan pupa dengan waktu pemaparan 0,5 Jam dan 6 jam tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05); antara waktu pemaparan 0,5 jam dan 6 jam pada larva instar IT tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05); antara larva instar I dan II dengan waktu pemaparan 0,5 Jjam didapatkan perbedaan yang bermakna (p>0,01; p<0,05); antara larva instar II dan III dengan waktu pemaparan 6 Jam terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,01; p<0,05); antara waktu pemaparan 6 jam dan 12 jam pada larva instar IIT terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,01; p<0,05). Menurut hasil penelitian, kemampuan Qlan;ns batrachus (ikan Lele) sebagail predator larva dan pupa Culex pipien fatigans semakin meningkat pada stadium larva yang lebih awal dan pada waktu pemaparan yang lebih lama.
Kata Kunci : Clarias batrachus, Culex pipien fatigans