Evaluasi penggunaan lahan berdasarkan nilai daya dukung Bioekologi kabupaten Bangka tahun 2008
Nurmalia, Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.; Drs. Suprapto Dibyosaputro, M.Sc.
2026 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHSebagai Kabupaten yang relatif baru berdiri, maka perkembangan daerah pada Kabupaten Bangka baru dalam tahapan awal. Kelimpahan sumberdaya alam yang ada di Kabupaten Bangka masih banyak yang belum termanfaatkan dengan semaksimal mungkin dengan memperhatikan aspek lingkungan dan kesesuaian lahan. RTRW tahun 2005-2016 Kabupaten Bangka ini merupakan RTRW pertama yang dikelola dan dilaksanakan oleh BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten Bangka. Oleh karena itu masih banyak hal-hal yang perlu dikoreksi dalam pelaksanaannya, terutama tentang penggunaan ruang yang tidak sesuai dengan RTRW 2005-2016 selama tiga tahun pelaksanaan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui penggunaan lahan eksisting tahun 2008 di Kabupaten Bangka; (2) Untuk mengetahui nilai daya dukung bioekologi (DDB) berdasarkan kondisi lahan eksisting tahun 2008 di Kabupaten Bangka; (3) Untuk mengetahui kesesuaian peruntukan penggunaan lahan eksisting tahun 2008 berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah tahun 2005-2016 di Kabupaten Bangka; (4) Untuk mengetahui rekomendasi kebijakan pembangunan di Kabupaten Bangka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan analisis data sekunder. Adapun analisis matematika oleh WWF (World Wildlife Fund) dan analisis peta yang digunakan untuk menghitung jejak ekologi, nilai biokapasitas dan daya dukung bioekologi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) penggunaan lahan eksisting tahun 2008 di Kabupaten Bangka yang paling dominan adalah hutan seluas 11.909,385 Ha di Kecamatan Mendobarat, sedangkan Penggunaan Lahan yang paling sedikit adalah perikanan seluas 201,546 Ha; (2) Nilai Daya Dukung bioekologi Kabupaten Bangka Tahun 2008 yang paling tinggi yaitu Kecamatan Bakam sebesar 0,6158, dan yang paling rendah pada Kecamatan Sungailiat sebesar 0,0195; (3) Penggunaan lahan pada tahun 2008 terhadap RTRW 2005-2016 yang belum digunakan secara optimal terbesar yaitu penggunaan lahan padang rumput/peternakan/ladang yang belum dimanfaatkan dan masih berupa hutan di Kecamatan Mendobarat sebesar 5,25%, sedangkan pergeseran penggunaan lahan terkecil adalah pergeseran penggunaan lahan rumput/peternakan/ladang menjadi lahan terbangun di Kecamatan Pemali yaitu hanya sebesar 0,0005%; (4) Rekomendasi kebijakan yang tepat adalah mengurangi lahan terbangun pada Kecamatan Sungailiat, Kecamatan Pemali, dan Kecamatan Belinyu. Sedangkan untuk Kecamatan Mendobarat dan Kecamatan Merawang adalah memanfaatkan areal hutan yang memiliki potensi untuk dikelola.
As a new district, the regional development in Bangka District is in the new step. The redundancy of resources has not used as maximal as can by looking the environment aspect and land capability yet. The Regional planning of space order (RTRW) year 2005-2016 is the first RTRW that administrated and done by BAPPEDA. Therefore, there are many things that have to be corrected, especially in using space that not suitable with RTRW 2005-2016 for three years in progress. The aim of this research are: (1) To know the land use existing 2008 in Bangka District: (2) To know the value of carrying capacity of bioecology according to the land use existing condition in 2008, Bangka District; (3) To know the changes of existing land use according to RTRW 2005-2016 in Bangka District. (4) To know the policy recommendation in Bangka district. This research is using qualitative descriptive method and quantitative method that using secondary data analyst. Quantitative method is using mathematic analyst by WWF and map analyst. It is used to calculate the ecological footprint, biocapacity and carrying capacity of bioecology. The results of this research are: (1) the dominant of existing land use in 2008 is forest, about 11.909,385 Ha in Mendobarat Sub district. The lowest of existing land use is fishery, about 201,546 Ha; (2) The highest value of carrying capacity of bioecology for existing land use in 2008 is in Bakam Sub district about 0,6185 and the lowest is in Sungaliat Sub District about 0,0195; (3)Tthe highest potential land use is grassland/field/ranch in Mendobarat District that still used for forest about 5,25%, and the lowest changes of existing land use 2008 according to RTRW 2005-2016 is grassland/field/ranch to built up area about 0,0005% in Pemali Sub district; (4) The right policy recommendation is alleviating the land use for built up area in Sungailiat, Pemali and Belinyu and add land use for forest in Mendobarat and Merawang.
Kata Kunci : Evaluasi Lahan, Penggunaan Lahan, Daya Dukung Bioekologi,Land evaluation, land use, carrying capacity of bioecology