Hubungan Injeksi Eritropoietin terhadap Tekanan Darah pada Pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) yang Menjalani Hemodialisis di RSUP Dr. Sardjito
Dwita Nuur 'Aqiila, Prof. Dr. dr. Usi Sukorini, Sp.PK(K)., M.Kes.; dr. Danny Pratama Kuswadi, Sp.PD.; Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK.(K)
2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan kerusakan ginjal dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan disertai dengan penurunan fungsi ginjal secara progresif. Penyakit ginjal kronis dapat berkembang menjadi penyakit ginjal tahap akhir (PGTA) yang ditandai dengan nilai laju filtrasi glomerulus (LFG) <15>
Tujuan: Mengetahui hubungan antara dosis eritropoietin dan tekanan darah pada pasien penyakit ginjal tahap akhir (PGTA) yang menjalani hemodialisis.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang retrospektif. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data rekam medis pasien PGTA di Unit Hemodialisis RSUP Dr. Sardjito pada periode Juni 2025. Variabel independen dalam penelitian ini adalah dosis EPO, sedangkan variabel dependen pada penelitian ini adalah tekanan darah. Analisis hubungan antara dosis EPO dan tekanan darah dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Analisis multivariat uji regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui variabel-variabel yang memengaruhi tekanan darah.
Hasil: Penelitian ini melibatkan 58 pasien PGTA yang menjalani hemodialisis. Rerata tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing sebesar 145±18,1 mmHg dan 84,9±11,7 mmHg dengan median total dosis EPO sebesar 24.000 IU (10.000-27000 IU). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan r=0,30 (p=0,002) untuk hubungan dosis EPO dan tekanan sistolik serta r=–0,08 (p=0,577) untuk tekanan diastolik. Setelah dikontrol oleh variabel usia, IMT, terapi antihipertensi, dan hemoglobin, uji regresi linear berganda menghasilkan nilai p>0,05 untuk pengaruh dosis EPO terhadap tekanan darah sistolik maupun diastolik.
Kesimpulan: Dosis EPO berkorelasi signifikan terhadap tekanan sistolik, tetapi tidak terhadap tekanan diastolik. Namun demikian, analisis multivariat menunjukkan bahwa dosis EPO tidak berpengaruh baik terhadap tekanan sistolik, maupun tekanan diastolik.
Katakunci: eritropoietin, tekanan darah, penyakit ginjal tahap akhir, hemodialisis
Background: Chronic kidney disease (CKD) is defined as kidney damage lasting more than three months accompanied by progressive decline in renal function. Chronic kidney disease may progress to end-stage renal disease (ESRD), characterized by a glomerular filtration rate (GFR) <15>
Objective: to determine the correlation between injection of erythropoietin and blood pressure among patients with ESRD undergoing hemodialysis.
Method: This study was an analytical observational study with a retrospective cross-sectional design. The data used in this study were obtained from the medical records of ESRD patients in the Hemodialysis Unit of RSUP Dr. Sardjito during June 2025. The independent variable was erythropoietin dosage, while the dependent variable was blood pressure. The correlation between erythropoietin dosage and blood pressure was analyzed using Spearman’s correlation test. Multivariate analysis using multiple linear regression was conducted to identify variables associated with blood pressure.
Result: A total of 58 ESRD patients undergoing hemodialysis were included. Mean systolic and diastolic blood pressure values were 145±18.1 mmHg and 84.9±11.7 mmHg, respectively, with a median total erythropoietin dose of 24,000 IU (10,000–27,000 IU) during the study period. Spearman correlation analysis showed r=0.299 (p=0.002) for erythropoietin dosage and systolic blood pressure, and r=–0.075 (p=0.577) for diastolic blood pressure. After adjustment for age, BMI, antihypertensive therapy, and hemoglobin level, multiple linear regression showed p>0.05, indicating no significant effect of erythropoietin dosage on either systolic or diastolic blood pressure.
Conclusion: EPO dosage was significantly correlated with systolic blood pressure, but not with diastolic blood pressure. Nevertheless, multivariate analysis indicated that EPO dosage did not have a significant effect on systolic or diastolic blood pressure.
Keyowrds: erythropoietin, blood pressure, end stage renal disease, hemodialysis
Kata Kunci : eritropoietin, tekanan darah, penyakit ginjal tahap akhir, hemodialisis