Tekanan penduduk terhadap lahan pertanian di kecamatan Pleret kabupaten Bantul
Nurika Dwi Purwanti, Rika Harini, S.Si., M.P.
2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPertumbuhan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan tuntutan terhadap lahan semakin meningkat, sedangkan keberadaan lahan sangat terbatas. Kondisi yang demikian menyebabkan alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi lahan non pertanian tidak dapat dihindarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui variasi tekanan penduduk terhadap lahan pertanian dan daya dukung lingkungan di Kecamatan Pleret, (2) mengetahui faktor-faktor perubahan penduduk yang berpengaruh terhadap tekanan penduduk di Kecamatan Pleret. Wilayah amatan yang dilakukan dalam penelitian ini mencakup seluruh wilayah Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul dengan unit analisis desa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sensus dengan menganalisa data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data dari dinas-dinas yang terkait kemudian memilih variabel-variabel yang sesuai dengan penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, pembuatan klasifikasi, dan analisis spasial temporal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi dengan tingkatan sedang pada tekanan penduduk terhadap lahan pertanian dan index daya dukung lingkungan di Kecamatan Pleret. TP rendah dan iDDL tinggi terdapat di Desa Wonokromo (0,96 dan 1,04), Segoroyoso (0,48 dan 2,06), sedangkan TP tinggi dan iDDL rendah terdapat pada Desa Pleret (5,26 dan 0,19), Wonolelo (5,99 dan 0,17), serta Desa Bawuran (14,19 dan 0,07). Faktor perubahan penduduk yang berpengaruh terhadap tekanan penduduk adalah faktor pertambahan penduduk alami.
The growth of population pressure could raise demand of the land, meanwhile the land supply was enormously limited. Effect of such conditions is unavoidable convertion process of agriculture land into non-agriculture land. Aim of this research are (1) to know the variation of population pressure on agricultural land (PP) and carrying capacity (CC) in Pleret district, (2) to know population shifting factors which affect population pressure in Pleret district. This research conducted in all regions at Pleret district Bantul regency, which village as a unit analysis. This research is using census research method with analizing the secondary data. Data acquiring technique conducted by gathering variables from agency or beurau which related to this research, afterwards all those variables being choosed based on this research subject. Data analysis technique which used on this research are descriptive analysis, classificating and spatial temporal analysis. The result of this research shows moderate variations of PP and iCC in villages at Pleret district. Low rate PP and high rate iCC was found on Wonokromo village (0.96 and 1.04), Segoroyoso village (0.48 and 2.06), meanwhile high rate PP and low rate iCC was found on Pleret village (5.26 and 0.19), Wonolelo village (5.99 and 0.17), Bawuran village (14.19 and 0.07). Population shifting factors which had the most effect is natural population growth.
Kata Kunci : tekanan penduduk, lahan pertanian, daya dukung lingkungan,population pressure, agricultural land, carrying capacity