Laporkan Masalah

Perkembangan anak dengan riwayat asfiksi, berat lahir cukup, cukup bulan di RS Dr. Sardjito Jogjakarta

RAMLI, dr. Ekawaty Lutfia Haksari, MPH.,Sp.A(K)

2005 | Tesis | PPDS I Ilmu Kesehatan Anak

Latar Belakang: Asfiksi perinatal merupakan penyebab yang paling sering dari kematian atau kecacatan bagi yang bertahan hidup. Salah satu id entifikasi adanya asfiksi dengan menilai skor APGAR kurang atau sama dengan enam pada menit kelima. Asfiksi berkepanjangan dapat mengakibatkan hipoksia yang dapat menyebabkan kerusakan otak. Tujuan: Untuk mengetahui perkembangan bayi yang lahir dengan asfiksi pada bayi dengan berat lahir cukup, cukup bulan. Metode: Tiga puluh enam subyek berusia 32 sampai 42 bulan yang lahir di RS Dr. Sardjito Jogjakarta dari 1 Januari sampai 31 Desember 2001 diikut sertakan secara retrospektif dalam penelitian, terdiri dari 18 subyek dengan riwayat asfiksi sebagai kelompok penelitian dan 18 subyek tanpa asfiksi sebagai kelompok kontrol pada bayi cukup bulan dengan berat lahir cukup. Dilakukan penyesuaian berat lahir dan tingkat sosial ekonomi orang tua pada kelompo kontrol. Hasil: Terdapat perbedaan yang secara statistik bermakna mempengaruhi keterlambatan perkembangan antara kelompok penelitian dan kelompok kontrol, baik pada indeks perkembangan mental / mental development index (MDI) RR 3,3 IK 95% 1,1-10,1 maupun pada indek perkembangan psikomotor / pscychomotor development index (PDI) RR 8,0, IK 95% 1,1-57,6). Stimulasi dengan alat main, jumlah anak > 2 persalinan dengan tindakan dan adanya penyakit lain terbukti bermakna mempengaruhi gangguan perkembangan psikomotor pada bayi asfiksi dengan RR 7,1 IK 95% 1,1-48,1, 7,2 IK 95% 1,1-46,6, 5,5 IK 95% 1,0-30,7 dan 5,2 IK 95% 1,1-24,4. Simpulan: Asfiksi memepengaruhi perkembangan mental dan psikomotor pada bayi berat lahir cukup dan cukup bulan

Background: Perinatal asphyxia is the most common cause of either death or severely handicapped survivors. It can be identified by one or five minutes APGAR scores equal or less than 6. Prolonged asphyxia produce hypoxemia which results in brain damage. Objective: The aim of this study is to evaluate the development of asphyxated fullterm baby Methods: Thirty six subjects of 32 to 42 months old babies who were born in Dr. Sardjito Hospital from January to December 2001 were recruited retrospectively in this study, consisted of 18 asphyxiated fullterm babies and 18 babies as control group without asphyxia. Control group was recruited by matching of birtweihgt and the parent’s social economic level. Results: We found statistically significant diferrences on development between study and control group. Mental development index (MDI) was RR 3,3, 95% CI 1,1-10,1 and psychomotor development index (PDI) was RR 8,0, 95% CI 1,1- 5,76. Psychomotor development between study and control group was statistically significant on stimulation with toys, number of mother parity one or more, abnormal delivery and other clinical condition of the baby were RR 1, 95% CI 1,1-48,1, 7,2, 95% CI 1,1-46,6, 5,5 95% CI 1,0-30,7 and 5,2 95% CI 1,1-24,4 respectively. Conclusion: Asphyxia caused significant delay in mental and psychomotor development compared to control group.

Kata Kunci : Kesehatan Anak,Asfiksi Berat,Perkembangan Mental dan Psikomotor, Asphyxia, fullterm, appropriate for gestationale age baby, developmental delayed, mental development index, psychomotor development index


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.