Evaluasi kemampuan lahan dan persepsi masyarakat untuk penentuan arahan penggunaan lahan di kecamatan Salaman kabupaten Magelang Jawa Tengah
Nur Solikhah, Prof. Dr. Suratman, M.Sc.; Drs. Soewadi Mulyowiyono, M.S.
2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Kecamatan Salaman memiliki kondisi fisik yang beragam sehingga kemampuan lahannya juga bervariasi. Ditambah kondisi sosial ekonomi masyarakat yang beragam mempengaruhi persepsi masyarakat dalam hal ini kemampuan lahan. Pemahaman masyarakat terhadap lahan yang berbeda-beda akan mempengaruhi pola penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kemampuan lahan di daerah penelitian, (2) mengetahui persepsi masyarakat terhadap kemampuan lahan di daerah penelitian, (3) menganalisis arahan penggunaan lahan yang sesuai dengan kemampuan lahan dan persepsi masyarakat terhadap kemampuan lahan di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel fisik dilakukan dengan purposive sampling, sedangkan untuk pengambilan sampel sosial ekonomi dilakukan dengan quota sampling. Penentuan kemampuan lahan menggunakan software LCLP (Land Clasification and Landuse Planning) dengan metode matching. Penentuan persepsi masyarakat terhadap kemampuan lahan menggunakan scoring dari variabel karakteristik fisik lahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelas kemampuan lahan di daerah penelitian bervariasi antara lain kelas kemampuan lahan yang terluas adalah VII (34,08%) meliputi desa Ngargoretno, Kalirejo, Paripurno, Ngadirejo, Menoreh, Kalisalak, Sriwedari, Krasak, Ngampeldento dan yang terkecil terdapat pada kelas kemampuan lahan III 731 Ha (10,71%) meliputi Desa Ngargoretno, Paripuno, Krasak, Kalirejo, Kalisalak, Sriwedari, Kalirejo, Menoreh. Persepsi masyarakat terhadap kemampuan lahan di daerah penelitian tinggi (57,5%) sebesar 23 responden dari 40 responden. Persepsi tinggi berarti pemahaman masyarakat terhadap kemampuan lahan tinggi, hal ini ditandai dengan jawaban tahu terhadap pertanyaan variabel karakteristik lahan. Arahan penggunaan lahan di daerah penelitian sebagian besar diarahkan untuk hutan produksi (33,6%).
This research located in Salaman District, Magelang Regency. Salaman District has variation physical condition, with the result that the land capability also vary. Added by variation of social economic condition influence the society perception about land capability. The society understanding to land which different cach other will influence the land use pattern. This reseach aim to (1) Knowing land capability in research area, (2) Knowing the society perception about land capability in research area, (3) Analyze the landuse instruction appropriate with its land capability and the society perception to land capability in research area. The method which had been used in this research is Survey Method. Withdrawal of physical samples was did by "Purposive Sampling", while for the withdrawal of social economic samples was did by "Quota Sampling". The determination of land capability was using LCLP (Land Clasification and Landuse Planning) software with Matching Method. And the determination of society perception to land capability was using Scoring from the physical land characteristic variable. The result of this research indicate that the class of land capability in research area have a variation, for instance the vastest class of land capability is VII (34,08%) covering Ngargoretno, Kalirejo, Paripurno, Ngadirejo, Menoreh, Kalisalak, Sriwedari, Krasak, Ngampeldento village. And the smallest class of land capability is III (10,07%) covering Kalirejo, Menoreh Ngargoretno, Paripuno, Krasak, Kalisalak, Sriwedari, village. The society perception about land capability in research area are high (57,5%) equal to 23 respondent from 40 respondent. High perception means that society understanding about land capability are high, this matter were marked with knowing the answer about land characteristic variable question. The instruction for landuse in research area most were instructed for production forest (33,6%).
Kata Kunci : kemampuan lahan, persepsi masyarakat, arahan penggunaan lahan ,land capability, society perception, instruction of landuse