Profil Klinis Sifilis pada Pasien HIV (Human Immunodeficiency Virus) di Rumah Sakit Akademik UGM Periode 2020-2024
Awanda Laillan Khoirunnisa, dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.D.V.E.; dr. Devi Artami Susetiati, M.Sc., Sp.D.V.E.
2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Sifilis merupakan salah satu penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh bakteriTreponema pallidum. Sifilis dapat menular pada sesama manusia dengan empat tahapan perjalanan infeksi(primer, sekunder, laten dan juga tersier). Sedangkan, HIV (Human Immunodeficiency Virus)merupakan virus yang menyerang sel-sel yang membantu tubuh dalam melawan adanya infeksi. Infeksi HIV memiliki beberapa tingkat stadium yang berbeda. Orang dengan HIV akan memiliki faktor risiko terjadinya IMS yang lebih tinggi dibandingkan tanpa HIV. Insiden sifilis meningkat di seluruh dunia, sebagian dari itu karena peningkatan penularan pada pasien pengidap HIV. Kejadian sifilis yang terjadi pada orang yang mengidap HIV membuat manifestasi klinis yang berbeda seiring dengan stadium HIV yang diderita oleh pasien tersebut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi manifestasi klinis sifilis pada pasien HIV di RSA UGM. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pihak pasien, rumah sakit dan masyarakat.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan data berupa rekam medispasien HIV yang mengidap sifilis di Rumah Sakit Akademik UGM tahun 2020-2024. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien HIV dengan penyakit IMS berupa sifilis, yang terdiagnosis pertama kali dan memiliki catatan rekam medis yang lengkap.
Hasil: Sebanyak 26 pasien HIV dengan ko-infeksi sifilis memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini. Sebagian besar subjek berjenis kelamin laki-laki dan berada pada usia produktif. Manifestasi kinis sifilis paling sering ditemukan dalam bentuk lesi multipel. Bentuk lesi yang paling banyak dijumpai adalah makula/patch dengan lokasi lesi paling sering ditemukan pada area genital. Berdasarkan stadium klinis sifilis, sebagian besar subjek berada pada stadium sekunder.
Kesimpulan: Sifilis pada pasien HIV bermanifestasi secara atipikal dan menunjukkan variasi yang luas baik segi jumlah, bentuk, lokasi lesi maupun stadium klinis sifilis.
Kata kunci: Sifilis, HIV, Treponema pallidum, manifestasi klinis
Background: Syphilis is a sexually transmitted infection (STI) caused by the bacterium Treponema pallidum. The disease progresses through four clinical stages: primary, secondary, latent, and tertiary. Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that attacks the immune system, leading to progressive immune dysfunction and different clinical stages. People living with HIV have a higher risk of acquiring STIs compared to individuals without HIV. The global incidence of syphilis has increased, partly due to higher transmission rates among patients with HIV. Syphilis infection in patients with HIV may present with different and more atypical clinical manifestations depending on the stage of HIV infection.
Objective: This study aimed to describe the variations of clinical manifestations of syphilis among patients with HIV at Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM). The findings are expected to provide useful information for patients, healthcare providers, and the community.
Methods: This study was a descriptive observational study using secondary data obtained from medical records of HIV patients with syphilis at RSA UGM from 2020 to 2024. Inclusion criteria were HIV patients diagnosed with syphilis as a sexually transmitted infection for the first time and having complete medical records. Clinical manifestations of syphilis were analysed descriptively.
Results: A total of 26 HIV patients with syphilis co-infection met the inclusion criteria. Most subjects were male and within the productive age group. The most common clinical presentation of syphilis was multiple lesions. The predominant lesion types were macules or patches, with the most frequent lesion locations found in the genital areas. Based on clinical staging, most patients were diagnosed with secondary syphilis.
Conclusion: Syphilis in patients with HIV presents atypically and demonstrates a wide variation in terms of lesion number, morphology, location, and clinical stage.
Keywords:Syphilis, HIV, Treponema pallidum, clinical manifestations
Kata Kunci : Sifilis, HIV, Treponema pallidum, manifestasi klinis