Penentuan prioritas penanganan sistem jaringan jalan nasional di Propinsi Jawa Timur
WIGNYAJAYA, Sudibya, Ir. H. Wardhani Sartono, M.Sc
2005 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiPropinsi Jawa Timur secara demografi terdiri dari 29 kabupaten, 8 kotamadya dengan luas wilayah 46.429 km2 (0,364 %) dari pulau jawa, jumlah penduduk 35.148.630 jiwa, panjang jalan nasional 1.899,21 km, panjang jalan propinsi 1.439,18 km. Pada era otonomi daerah sekarang ini, beberapa kabupaten mengusulkan ruas jalan non-status menjadi jalan nasional maupun jalan propinsi tanpa pertimbangan yang proporsional. Mengidentifikasi kriteria-kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan untuk penanganan sistem jaringan jalan yang ada. Menganalisis prioritas program penanganan jaringan jalan sehingga dapat secara optimal menunjang strategi pengembangan jaringan jalan nasional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metoda Analytical Hierarchy Process (AHP), untuk mendapatkan bobot dalam penetapan kebijakan dari masing-masing kriteria untuk mendukung dalam pemilihan alternatif penanganan jaringan jalan. Kriteria yang digunakan adalah kriteria hirarki, kondisi, wilayah, moda, dan lalulintas. Penelitian ini juga melakukan penilaian langsung terhadap setiap indikator kriteria secara kualitatif berdasarkan kondisi wilayah. Hasil analisis dengan AHP digabungkan dengan hasil penilaian kondisi eksisting setiap ruas jalan untuk mendapatkan nilai akhir. Ruas jalan yang mendapatkan nilai akhir yang paling tinggi adalah ruas jalan yang prioritas untuk mendapatkan penanganan sesuai dengan jenis penanganan yang telah ditentukan sebelumnya Dari hasil penelitian pengisian kuesioner oleh stakeholder menunjukkan kriteria paling menonjol yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan untuk menentukan prioritas penanganan adalah kriteria kondisi jalan dengan urutan kriteria kondisi bobot 35,07%, kriteria lalulintas bobot 22,03%, kriteria hirarki bobot 19,64%, kriteria wilayah bobot 12,09%, kriteria moda bobot 11,17%. Pemilihan alternatif penanganan dengan urutan sesuai nilai bobot adalah : penanganan jalan dengan peningkatan, bobotnya 38,87%, penanganan jalan dengan pemeliharaan, bobotnya 35,48%, penanganan jalan dengan pembangunan, bobotnya 26,26%. Berdasarkan tingkat kepentingan dan kondisi eksisting setiap ruas jalan, maka ruas jalan nasional prioritas pertama mendapat penanganan dengan peningkatan jalan adalah ruas 043.12K. Surabaya – Gresik/Jalan Veteran (Gresik), ruas jalan nasional prioritas pertama mendapat penanganan dengan pemeliharaan jalan adalah ruas 016 Waru – Sidoarjo, ruas jalan nasional prioritas untuk mendapat penanganan dengan pembangunan baru tidak ada karena seluruh ruas jalan nasional tidak ada yang permukaannya jalan tanah atau gravel/kerikil semua sudah beraspal hotmix dan rata-rata lebar jalan lebih dari 6 m
East Java Province by demography have 29 residence, 8 municipality with region area 46.429 km2 (0,364%) from island of java, some population 35.148.630 people, national road 1.899,21 km, and province road 1.439,18 km. At the regional autonomy of this time, the some propose residence from non-status become national road and province road without consideration which is proportional. Also criteria which need to be considered in decision making for the handling of existing road network system. How strategic handling of national road network system in province with all existing problems. How priority handling of road network earn an optimal fashion support strategy development of national road network. This research is conducted by using method of Analytical Hierarchy Process (AHP), to get weight in decision of policy from criteria to support in election of alternative handling of road network. Criteria the used is hierarchy, condition, region, moda, and traffic. This research also direct assessment to each indicator criteria qualitative based on region condition. Result analysis with AHP combined with result of assessment of existing condition each road to get final value. Road getting highest final value is road which was priority to get handling as according to handling type which have been determined before all Research result of admission filling of questioner by stakeholders indicate that most uppermost criteria which influence in decision making to determine handling priority is criteria of road condition : weight of criteria condition 35,07%, weight of traffic criteria 22,03%, weight of hierarchy criteria 19,64%, weight of region criteria 12,09%, weight of moda criteria 11,17%. Election of handling alternative as according to weight value is handling of road with betterment, weight of 38,87%, handling of road with maintenance, weight of 35,48%, handling of road with development weight of 26,26%. Be based on to importance level and condition of existing each road, national road which is first priority to get handling with road betterment is link 043.12K Surabaya-Gresik / Veteran street (Gresik), national road which is first priority to get handling with road maintenance is link 016 Waru - Sidoarjo, national road which was priority to get handling with new road development nothing, because all national road nothing that the surface of land road or of gravel road all have paved and wide means road more than 6 m.
Kata Kunci : Jaringan Jalan,Penanganan, handling of national road network, AHP method