Mengungkap Makna Dibalik Fenomena Tagar #KaburAjaDulu
Namira Risqi Putri Muquita, Prof. Dr. Drs. Dafri Agussalim, M.A.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional
Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna di balik fenomena tagar #KaburAjaDulu yang lebih daripada sekadar viralitas di media sosial. Permasalahan domestik di Indonesia menunjukkan kesenjangan kondisi masyarakat dan arah kebijakan pemerintah. Sementara peluang kehidupan layak di luar negeri terbuka lebar, mulai dari lowongan kerja hingga studi. Namun, negara malah sempat menunjukkan resistensi terhadap tagar ini pada awal kemunculannya. Kompleksitas tersebut membuat fenomena tagar #KaburAjaDulu menjadi sangat unik. Maka diperlukan kajian untuk menjelaskan makna fenomena ini. Teori kosmopolitanisme digunakan untuk memahami awal munculnya tagar dan bagaimana negara seharusnya merespon hal tersebut. Teori konstruktivisme kemudian digunakan untuk menganalisis konstruksi yang muncul melalui pendapat dan ekspresi masyarakat dalam tagar #KaburAjaDulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan makna yang relevan dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama. Pertama, ditemukan bahwa kemunculan tagar dipengaruhi dinamika sosial, ekonomi, dan politik global dan domestik. Hal ini menyebabkan kerentanan masyarakat dan instabilitas negara tidak lepas dari faktor dinamika global-domestik. Kedua, penelitian ini menemukan bahwa tagar #KaburAjaDulu menjadi media menyalurkan pendapat dan perasaan senasib masyarakat Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap bahwa keberadaan tagar #KaburAjaDulu menyiratkan indikasi nasionalisme kosmopolitan di masyarakat Indonesia. Secara keseluruhan, fenomena tagar #KaburAjaDulu mengungkapkan makna multidimensional yang mencakup aspek sosial, ekonomi, hingga struktural-politik dalam konteks interkoneksi global-domestik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian hubungan internasional dengan memperkaya pemahaman mengenai tanggung jawab negara, migrasi, dan identitas nasionalisme kosmopolitan. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi berupa kebijakan yang lebih adaptif, reflektif dan akomodatif terhadap perkembangan dinamika sosial, ekonomi, dan politik terkini. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran empiris mengenai fenomena tagar #KaburAjaDulu, tetapi juga menawarkan dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
This study aims to understand the meaning behind the #KaburAjaDulu hashtag phenomenon, which reveal beyond mere virality on social media. Domestic issues in Indonesia highlight the gap between societal conditions and government policy direction. Meanwhile, opportunities for a decent life abroad are wide open, from job to study opportunities. However, the government initially showed resistance to this hashtag. This complexity makes the #KaburAjaDulu hashtag phenomenon unique. Therefore, a study is needed to explain its meaning. Cosmopolitanism theory is used to understand the hashtag's origins and how the government should respond. Constructivism theory is then used to analyze the constructions that emerge through public opinion and expression within the #KaburAjaDulu hashtag. This study employed a qualitative approach. Data were collected through observation, literature review, and interviews. The data obtained were then analyzed using thematic analysis to identify patterns and meanings relevant to the research objectives. The results reveal several key findings. First, it was found that the hashtag's emergence was influenced by global and domestic social, economic, and political dynamics. This leads to societal vulnerability and state instability, which are inextricably linked to global-domestic dynamics. Second, this study found that the hashtag #KaburAjaDulu serves as a medium for conveying the opinions and feelings of shared destiny of the Indonesian people. Furthermore, this study also reveals that the presence of the hashtag #KaburAjaDulu implies indications of cosmopolitan nationalism in Indonesian society. Overall, the #KaburAjaDulu hashtag phenomenon reveals a multidimensional meaning encompassing social, economic, and structural-political aspects within the context of global-domestic interconnections. This research contributes to the development of international relations studies by enriching understanding of state responsibility, migration, and cosmopolitan nationalist identity. Practically, this research provides recommendations for more adaptive, reflective, and accommodating policies to current social, economic, and political dynamics. Thus, this study not only provides an empirical overview of the #KaburAjaDulu hashtag phenomenon but also offers a reference for decision-making.
Kata Kunci : Fenomena tagar #KaburAjaDulu, tanggung jawab negara, migrasi, diaspora, nasionalisme kosmopolitan, #KaburAjaDulu hashtag phenomenon, state responsibility, migration, diaspora, cosmopolitan nationalism