Laporkan Masalah

Pengalaman Psikologis Anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Yang Melakukan Tidak Hadir Tanpa Izin Di Masa Damai

Andi Anisa Soraya Darmawangsa, Diana Setiyawati, S.Psi., M.H.Sc., Ph.D., Psikolog;

2026 | Tesis | S2 Psikologi

Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI) merupakan tindak pelanggaran disiplin yang terbagi menjadi dua jenis yaitu masa damai dan masa perang, Pelanggaran THTI merupakan pelanggaran tertinggi dibanding kasus lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang melakukan THTI di masa damai. Fokus penelitian ini adalah melihat pengalaman psikologis yang dialami oleh prajurit TNI AD mengarah pada keputusan melakukan THTI di masa damai. Partisipan merupakan empat anggota TNI AD yang memiliki riwayat THTI di masa damai, metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, serta dianalisis menggunakan IPA. Hasil penelitian mengungkap empat tema utama yang terdiri dari: (1) distres awal, (2) pelarian dari distres, (3) penerimaan dan bantuan saat THTI, dan (4) pemulihan pasca THTI. Kesimpulan penelitian ini adalah THTI yang dilakukan oleh prajurit bukan hanya bentuk pelanggaran disiplin, tetapi merupakan manifestasi berdasarkan reaksi psikologis kompleks. Saran penelitian selanjutnya adalah dapat melibatkan satuan atau wilayah penugasan yang berbeda dan rekomendasi berupa perlu adanya psikoedukasi kepada bataliion mengenai perilaku mencari bantuan, stigma, dan kepemimpinan supportif agar dapat mengurangi perilaku THTI.

Absence Without Official Leave (AWOL) is a disciplinary violation that is categorized into two types: peacetime and wartime. AWOL is the most frequent violation compared to other cases. This study aims to understand the experiences of Indonesian Army (TNI AD) soldiers who committed AWOL during peacetime. The focus of this study is to examine the psychological experiences of Indonesian Army soldiers that lead to the decision to commit AWOL during peacetime, and the study employed a qualitative phenomenological approach. Data were collected thorugh semi-structured interviews and analyzed using IPA. The findings reveal four main themes: (1) initial distress, (2) escape from distress, (3) acceptance and support during AWOL, and (4) post-AWOL recovery. The study concludes that AWOL commited by soldiers is not merely a form of disciplinary violation, but a manifestation of complex psychological reactions. Recommendations for future research include involving different units or deployment areas, and providing psychoeducation to battalions on help-seeking behavior, stigma, and supportive leadership to reduce AWOL behavior. 

Kata Kunci : perilaku mencari bantuan, stigma, THTI di masa damai, TNI AD

  1. S2-2026-547946-abstract.pdf  
  2. S2-2026-547946-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-547946-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-547946-title.pdf