Laporkan Masalah

COMPARATIVE STUDY OF CPIRO AND QSOFA SCORING SYSTEM AS LOS PREDICTORS OF HOLLOW VISCUS PERFORATION IN THE EMERGENCY DEPARTMENT OF RSUP DR. SARDJITO IN YEARS 2022-2024

Litia Lucretia Bodiwan, Dr. dr. Adeodatus Yuda Handaya, SpB.Subsp.B.D.(K); dr. Eko Purnomo, Ph.D., Sp.BA.,Subsp.D.A(K); dr. Imam Sofii, SpB.Subsp.B.D.(K)

2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Hollow viscus perforation merupakan suatu kondisi ketika dinding saluran gastrointestinal kehilangan integritasnya sehingga terjadi kebocoran isi enterik. Angka kematian akibat perforasi organ berongga tergolong tinggi, yaitu sekitar 20–40%, terutama disebabkan oleh septic shock dan multi-organ failure. Oleh karena itu, penegakan diagnosis yang akurat serta penatalaksanaan yang komprehensif sangat penting untuk mencegah morbiditas, perpanjangan length of stay (LoS), serta mortalitas akibat peritonitis. Indikator penilaian seperti CPIRO dan qSOFA berperan penting dalam memprediksi LoS pasien.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja CPIRO dibandingkan dengan sistem penilaian qSOFA sebagai prediktor length of stay (LoS) pada pasien dengan hollow viscus perforation. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan luaran klinis pasien dengan perforasi organ berongga.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan memanfaatkan data electronic medical record pasien untuk membandingkan kinerja skor CPIRO dan qSOFA sebagai prediktor LoS pada pasien hollow viscus perforation di emergency department RSUP Dr. Sardjito selama periode perawatan Februari 2022 hingga Desember 2024. Sampel penelitian terdiri dari pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak termasuk dalam kriteria eksklusi. Analisis statistik dilakukan dengan mengevaluasi masing-masing skor untuk menentukan nilai cut-off, kemudian membandingkannya dengan LoS pasien.

Hasil: Penelitian ini menganalisis 58 pasien dengan hollow viscus perforation di RSUP Dr. Sardjito selama periode Februari 2022 hingga Desember 2024 untuk menilai kegunaan skor CPIRO dan qSOFA dalam memprediksi length of stay (LoS) di rumah sakit. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (67,2%) dan berusia di atas 60 tahun (32,8%), dengan prevalensi komorbiditas yang tinggi (96,6%), terutama kanker, gagal ginjal, dan pneumonia. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara skor CPIRO dengan LoS (p = 0,326) maupun antara skor qSOFA dengan LoS (p = 0,259). Namun demikian, terdapat korelasi positif yang lemah tetapi bermakna secara statistik antara skor CPIRO dan qSOFA (r = 0,333; p = 0,011), yang menunjukkan bahwa peningkatan tingkat keparahan penyakit kronis yang dinilai dengan CPIRO cenderung sejalan dengan peningkatan derajat gangguan fisiologis akut yang dinilai dengan qSOFA. Selain itu, terdapat kecenderungan yang tidak bermakna secara statistik bahwa pasien dengan skor qSOFA yang lebih tinggi memiliki risiko 3,2 kali lebih besar untuk mengalami perawatan yang lebih lama (odds ratio = 3,235; p = 0,103), yang menunjukkan potensi relevansi klinis dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

Kesimpulan: Skor CPIRO maupun qSOFA tidak terbukti signifikan dalam memprediksi length of stay (LoS) pada pasien dengan hollow viscus perforation dalam populasi penelitian ini. Namun demikian, sistem penilaian qSOFA memiliki potensi yang lebih besar sebagai alat klinis karena sifatnya yang praktis, mudah diaplikasikan secara praktis, serta adanya kecenderungan hubungan dengan perpanjangan lama rawat inap.

Background: Hollow viscus perforation is defined as the condition where the gastrointestinal wall loses its integrity and leakage of the enteric contents happens. The number of deaths due to hollow organ perforation is categorized as relatively high, around 20–40% due to septic shock and multi-organ failure. It is important to establish an accurate diagnosis and treat the patient comprehensively to prevent morbidity, prolonged hospital stays, and mortality due to peritonitis. Assessment indicators such as CPIRO and qSOFA are crucial in predicting the patient’s length of stay (LoS). 

Objectives: In this study, we aimed to determine the performance of CPIRO in comparison to the qSOFA scoring system as LoS predictors with hollow viscus perforation. This research also aims to provide better outcomes for hollow organ perforation patients.

Methods: This study is using a cross sectional study, utilizing electronic medical record data from patients to compare the performance of the CPIRO and qSOFA scoring system score as LoS predictors in patients with hollow viscus perforation in emergency department of RSUP dr. Sardjito during the treatment year from February 2022 to December 2024. The sample data that qualified for inclusion criteria but was not included in the exclusion criteria will be used as the sample size. Statistical calculations will be done by analyzing each score to determine the cut-off value of each scoring system, and then it will be compared and evaluated with the LoS of the patient. 

Results: This study analyzed 58 patients with hollow viscus perforation at RSUP Dr. Sardjito from February 2022 to December 2024, assessing the utility of CPIRO and qSOFA scoring systems in predicting hospital length of stay (LoS). The majority of patients were male (67.2%) and over 60 years old (32.8%), with a high prevalence of comorbidities (96.6%), most commonly cancer, kidney failure, and pneumonia. No significant correlation was found between CPIRO and LoS (p = 0.326) or between qSOFA and LoS (p = 0.259). However, a weak but statistically significant positive correlation was observed between CPIRO and qSOFA scores (r = 0.333, p = 0.011), indicating that increases in chronic illness severity (CPIRO) tend to align with increases in acute physiological deterioration (qSOFA). Additionally, a non-significant trend suggested that patients with higher qSOFA scores had 3.2 times greater odds of prolonged hospitalization (OR = 3.235, p = 0.103), highlighting potential clinical relevance that warrants further investigation.

Conclusion: Neither CPIRO nor qSOFA scores are more reliable in predicting the length of hospital stay in patients with hollow viscus perforation within the studied population. However, the qSOFA scoring system may still have more potential as a clinical tool due to its practicality, rapid bedside applicability, and observed trend toward association trend.

Kata Kunci : hollow viscus, perforation, CPIRO, qSOFA, LoS predictors

  1. S1-2026-497914-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497914-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497914-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497914-title.pdf