HPV dan Vaksin HPV: Pengetahuan dan Cakupan pada Dewasa Muda
Adriana Satria Ramadhani, dr. Ifta Choiriyyah, MSPH., Ph.D; dr. Rosalia Kurniawati Harisaputra, M.P.H
2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Human papillomavirus (HPV) merupakan salah satu infeksi menular seksual yang paling umum. Bertanggung jawab atas berbagai penyakit mulai dari kutil hingga kanker, terutama kanker serviks, penularan virus ini dapat dicegah melalui vaksinasi. Berbagai studi di Indonesia menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang HPV, termasuk tentang vaksinnya dan cakupan vaksin, masih rendah. Selain itu, terdapat keterbatasan gambaran mengenai pengetahuan HPV dan cakupan vaksinnya pada populasi umum usia 18-26 tahun sebagai bagian dari populasi sasaran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menilai pengetahuan tentang HPV termasuk vaksinnya, cakupan vaksin HPV pada populasi dewasa muda umum di Indonesia, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Metode: Variabel dalam penelitian ini meliputi pengetahuan, cakupan vaksin, jenis kelamin, usia, klasifikasi ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat pendidikan ibu, tingkat pendidikan ayah, status pekerjaan, rekomendasi dokter, kepemilikan asuransi kesehatan, dan sumber informasi terkait HPV. Penelitian ini menggunakan HPV Knowledge-Scale untuk aspek pengetahuan, yang terdiri dari 29 pertanyaan dengan format benar/salah, sedangkan pertanyaan untuk cakupan vaksin menggunakan format ya/tidak. Kuesioner dilakukan menggunakan KoboToolbox dan disebarkan melalui berbagai platform media social. Penelitian menjamin kerahasiaan dengan tidak meminta identitas peserta. Metode analisis yang digunakan adalah uji Pearson chi-square, regresi linear berganda, dan regresi logistik biner.
Hasil: Sebanyak 53,4% responden memiliki pengetahuan tentang HPV yang tinggi, dan 11,4% telah divaksinasi terhadap HPV. Usia yang lebih muda dalam kelompok usia tersebut, status pekerjaan, status pendidikan ibu, dukungan finansial, dan status ekonomi secara signifikan berhubungan dengan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi, sedangkan rekomendasi dari dokter atau tenaga kesehatan lainnya untuk vaksinasi HPV secara signifikan berhubungan dengan cakupan vaksin HPV.
Kesimpulan: Meskipun lebih dari separuh responden menunjukkan pengetahuan HPV yang tinggi, hanya sedikit lebih dari sepersepuluh populasi dewasa muda yang telah menerima vaksin HPV, menunjukkan bahwa pengetahuan HPV saja tidak cukup untuk mendorong cakupan vaksin. Namun, rekomendasi dari tenaga kesehatan secara signifikan berhubungan dengan cakupan vaksin HPV. Oleh karena itu, upaya terkait cakupan vaksinasi HPV di masa depan harus mempertimbangkan peran penting penyedia layanan kesehatan dalam memberikan rekomendasi yang kuat dan informatif untuk vaksinasi HPV.
Background: The Human papillomavirus (HPV) is one of the most common sexually transmitted infections. Responsible for various diseases ranging from warts to cancer, especially cervical cancer, the transmission of this virus can be prevented by vaccination. Various studies in Indonesia revealed that the level of knowledge on HPV, including its vaccine and vaccine uptake, is still low. Additionally, there is a limited overview on the knowledge of HPV and its vaccine uptake in the general population aged 18-26 years as part of the target population by the World Health Organization.
Objectives: The objective of this research is to assess the knowledge of HPV, including its vaccine, the uptake of the HPV vaccine in the general young adult population in Indonesia, and the factors affecting it.
Materials and Methods: The variables in this research are knowledge, vaccine uptake, sex, age, economic classification, education level, mother's education level, father's education level, employment status, physician recommendation, health insurance ownership, and source of HPV-related information. This research used the HPV Knowledge-Scale for the knowledge aspect, consisting of 29 questions in true/false response format, while the question on the uptake aspect was a yes/no question. The questionnaire was done by KoboToolbox and shared through various social media platforms. The research ensured confidentiality by not requesting the participants' identities. The analysis method was done using Pearson's chi-square, multiple linear regression, and binary logistic regression.
Result: Among respondents, 53.4% have high HPV knowledge, and 11.4% have been vaccinated against HPV. Younger age within the age group, employment status, maternal education status, financial support, and economic status are significantly associated with a higher knowledge level, while a recommendation from a physician or other healthcare professional to be vaccinated against HPV is significantly associated with HPV vaccine uptake.
Conclusion: Although more than half of respondents demonstrated high HPV knowledge, only a little over a tenth of young adults have received the HPV vaccination, indicating that HPV knowledge alone is not sufficient to drive vaccine uptake. However, recommendations from healthcare professionals were significantly associated with the uptake of the HPV vaccine. Therefore, future efforts regarding HPV vaccination coverage should consider the important role of healthcare providers in delivering a strong and informative recommendation for HPV vaccination.
Kata Kunci : HPV, HPV vaccine, knowledge, uptake, young adults, healthcare professional recommendation