Laporkan Masalah

The Role of Appearance Consciousness on Social Media in Predicting Negative Body Image of Late Adolescents

Kayana Maheswari, Dr.Tri Hayuning Tyas, S.Psi., M.A., Psikolog

2026 | Skripsi | PSIKOLOGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kesadaran penampilan di media sosial dapat memprediksi citra tubuh negatif pada remaja usia akhir di Indonesia. ASMC, yang didefinisikan sebagai kesadaran dan kepedulian yang terus-menerus terhadap penampilan diri dalam kaitannya dengan media sosial, serta citra tubuh negatif, yang dikonseptualisasikan sebagai skor yang lebih rendah pada Skala Keadaan Citra Tubuh (BISS). Data dikumpulkan dari 149 remaja akhir (65 laki-laki, 84 perempuan; usia 18-21 tahun) menggunakan kuesioner daring dengan versi bahasa Indonesia dari skala ASMC dan BISS. Analisis regresi linear sederhana menunjukan bahwa ASMC secara signifikan memprediksi citra tubuh negatif (R² = 0,043, p = 0,011), di mana ASMC yang lebih tinggi berkaitan dengan citra tubuh yang lebih negatif. Namun, besar efeknya kecil, sehingga ASMC hanya menjelaskan sebagian kecil varians dalam citra tubuh. Uji post hoc Tukey juga menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan berdasarkan jenis kelamin pada skor ASMC maupun BISS. Temuan ini menegaskan pentingnya menangani penggunaan media sosial yang berfokus pada penampilan dalam upaya mempromosikan citra tubuh yang lebih sehat pada masa remaja akhir.

This study investigates whether appearance consciousness on social media predicts negative body image among late adolescents in Indonesia. Appearance-related social media consciousness (ASMC), defined as ongoing awareness of and concern with one’s appearance in relation to social media, while negative body image is conceptualized as lower scores on the Body Image States Scale (BISS). Data were collected from 149 late adolescents (65 males, 84 females; aged 18-21) using online self-report questionnaires that used the Indonesian versions of the ASMC and BISS scales. Simple linear regression analysis showed that ASMC significantly predicted negative body image  (R² = 0,043, p = 0,011), with higher ASMC associated with more negative body image. However, the effect size was modest, indicating that ASMC explains only a small proportion of variance in body image. Tukey post hoc tests further revealed no significant gender differences in either ASMC or BISS scores. These findings underscore the importance of addressing appearance-focused social media engagement in efforts to promote healthier body image during late adolescence.

Kata Kunci : Kesadaran penampilan terkait media sosial, citra tubuh negatif, media sosial, remaja akhir/Appearance-related social media consciousness, negative body image, social media, late adolescents

  1. S1-2026-477046-abstract.pdf  
  2. S1-2026-477046-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-477046-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-477046-title.pdf