Pengaruh penggunaan High Density Poly Ethylene sebagai agregat pengganti terhadap karakteristik Marshall Uji HVEEM Stabilometer dan Permeabilitas campuran Superpave
PUTRA, Yanuar Dwi, Dr.Ir. Latif Budi Suparma, M.Sc
2005 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiAgregat sebagai bahan lapis perkerasan dengan mutu yang baik saat ini semakin sulit diperoleh. Untuk menanggulangi masalah tersebut diperlukan inovasi penggunaan agregat pengganti dalam rekayasa perkerasan jalan dengan tetap menjamin mutu perkerasan aman, nyaman dan ekonomis. Penelitian ini menggunakan plastik HDPE sebagai agregat kasar pengganti no.8 pada campuran Superpave diameter maksimum 12,5mm. Penggunaan plastik ini bertujuan mengetahui kelayakan dari plastik sebagai agregat pengganti sehingga nantinya diharapkan dapat menjadi solusi dalam pemanfaatan limbah plastik yang selama ini menjadi isu pencemaran lingkungan. Kadar plastik yang digunakan dalam penelitian ini sebagai pengganti agregat kasar no. 8 adalah 0%, 25%, 50% dan 100% dari volume pada variasi kadar aspal 6%, 6,5%, 7%, 7,5% dan 8% pada proses kadar aspal optimum (KAO) menggunakan spesifikasi Bina Marga (2002). Selanjutnya dilakukan pengujian pada KAO untuk mengetahui karakteristik campuran perkerasan ditinjau dari nilai uji perendaman standar, perendaman 24 jam, Hveem stabilometer dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai volumetrik dan Marshall properties semuanya memenuhi standar Bina Marga 2002 untuk lalu-lintas berat. Nilai stabilitas tertinggi terjadi pada penggunaan kadar plastik 25% sebesar 1815,3kg dan terendah pada kadar plastik 100% sebesar 1431,2kg. Nilai flow tertinggi pada penggunaan kadar plastik 100 % sebesar 4,4mm dan terendah pada kadar 0% sebesar 3,5mm. Sedangkan nilai MQ tertinggi pada penggunaan kadar plastik 25% dan terendah pada kadar plastik 100% masing-masing sebesar 502,7kg/m dan 322,7kg/m. Pada pengujian perendaman 24 jam nilai RMS pada penggunaan kadar plastik 0%, 25%, 50% dan 100% masing masing sebesar 90,7%, 91%, 86% dan 92,3% masih memenuhi spesifikasi prsyaratan minimum sebesar 85 %. Pada pengujian Hveem stabilometer penggunaan kadar plastik 0%, 25%, 50% dan 100% kesemuanya memenuhi persyaratan minimum sebesar 37 dengan stabilitas tertinggi pada kadar plastik 50% sebesar 40,0 dan terendah pada kadar plastik 100% sebesar 37,2. Sedangkan nilai koefisien permeabilitas nilainya meningkat seiring dengan penambahan penggunaan kadar plastik yang juga memperbesar nilai VITM pada penggunaan kadar plastik 0%, 25%, 50% dan 100% koefisien permeabilitasnya masing-masing sebesar 3,2×10-4cm³/dt, 5,2×10-4cm³/dt, 9,7×10-4cm³/dt dan 11,1×10-4cm³/dt yang berarti berada pada katagori Poor Drainage.
Nowadays, it is difficult to obtain a good quality aggregate as pavement. In order to solve the problem, it is required an innovation in utilizing substitute aggregate in road pavement engineering where the pavement quality is still safe, convenient and economic. This study was used HDPE plastic as #8 substitute coarse aggregate in superpave mixture with maximum diameter of 12.5 mm. This plastic usage was aimed to study the properness of plastic as substitute aggregate so that it is expected to be a solution in plastic waste use which becomes a problem in environmental pollution issue. Plastic contents utilized in this research as #8 substitute coarse aggregate were 0%. 2.5%, 50% and 100% from the volume. The asphalt contents variation were 6%, 6.5%, 7%, 7.5% and 8% in order to obtain the optimum asphalt content using the Bina Marga specification (2002). Therefore, the test at optimum asphalt content was performed to evaluate the characteristic of pavement mixture based on the value of standard immersion test, 24 hours immersion, Hveem stabilometer and permeability. The results showed that all of the volumetric values and Marshall properties fulfill 2002 Bina Marga specification for heavy traffic. The highest stability value occurred on plastic content of 25% was 1.815,3 kg and the lowest value on plastic content of 100% was 1.431,2 kg. The highest flow value on plastic content of 100% was 4.4 mm and the lowest value of 0% content was 3.5 mm. Meanwhile, the highest Marshall Quotient on plastic content of 25% and lowest of 100% were 502.7kg/mm and 322.7kg/mm respectively at 24 hours immersion test, the retained Marshall stability values on plastic content of 0%, 25%, 50% dan 100% were 90.7%, 91%, 86% dan 92.3% respectively which still fulfilled maximum required specification of 85%. In Hveem stabilometer test, the plastic content of 0%, 25%, 50% and 100% fulfilled the minimum requirement of 37 with highest stability on plastic content of 50% which is 40.0 and lowest stability on plastic content of 50% which is 37.2. Meanwhile, the value of permability coefficient increases as the addition of plastic content which also increase VITM value on plastic content of 0%, 25%, 50% and 100%. The permeability coefficient values were 3.2X 104cm3/dt, 5.2X 104cm3/dt, 9.7X 104cm3/dt and 11. 1 X 104cm3/dt respectively which in the poor drainage level.
Kata Kunci : Konstruksi Jalan,Perkerasan,Agregat,Plastik