Peningkatan Kinerja Metode Faster Region-Based Convolutional Neural Network melalui Integrasi Modul Bidirectional Feature Pyramid Network dalam Identifikasi Bakteri Tuberkulosis pada Citra Ziehl–Neelsen
Mahasti Namira, Ridwan Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D.
2026 | Tesis | MAGISTER TEKNIK BIOMEDIS
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu
penyakit menular paling mematikan di dunia, dengan laporan Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO) tahun 2021 menunjukkan lebih dari sepuluh juta kasus baru dan
sekitar 1,5 juta kematian setiap tahun. Penelitian terdahulu menggunakan arsitektur
Faster R-CNN untuk deteksi TB telah mencapai akurasi tinggi, namun masih
mengalami kesulitan dalam mendeteksi basil berukuran kecil pada citra
mikroskopis akibat keterbatasan representasi fitur multi-skala. Selain itu,
model tersebut umumnya membutuhkan GPU dengan kapasitas memori tinggi, sehingga
penerapannya di lapangan menjadi kurang praktis. Penelitian ini mengatasi
keterbatasan tersebut dengan mengembangkan kerangka kerja deep learning
yang dioptimalkan untuk deteksi otomatis Mycobacterium tuberculosis pada
citra sputum hasil pewarnaan Ziehl–Neelsen. Model Faster R-CNN ditingkatkan
dengan integrasi modul BiFPN (Bidirectional Feature Pyramid Network) untuk
memperbaiki fusi fitur multi-skala dan meningkatkan efisiensi komputasi tanpa
menambah kompleksitas model secara signifikan. Dengan menggunakan dataset
sebanyak 1.265 citra yang diperluas menjadi 6.375 melalui augmentasi, model
yang diusulkan mencapai 93,71% mAP@0,5, dengan korelasi yang sangat kuat
terhadap hasil penghitungan manual (r = 0,997; MAE = 0,22). Hasil ini
menunjukkan bahwa peningkatan arsitektur jaringan secara terarah mampu
mengatasi kelemahan utama metode deep learning konvensional dalam
deteksi TB otomatis, sekaligus menghasilkan model yang efisien dan dapat
diterapkan pada lingkungan dengan sumber daya terbatas.
Tuberculosis (TB) remains one of the world’s
deadliest infectious diseases, with the World Health Organization (WHO)
reporting over ten million new cases and 1.5 million deaths annually in 2021.
Previous studies using Faster R-CNN for TB detection achieved high accuracy but
struggled to detect small bacilli in microscopic images due to limited
multi-scale feature representation. In addition, these models require
high-memory GPUs, limiting their practicality in field settings. This study
addresses these limitations by developing an optimized deep learning framework
for automated detection of Mycobacterium tuberculosis in Ziehl–Neelsen
stained sputum images. The Faster R-CNN model was enhanced using the BiFPN
(Bidirectional Feature Pyramid Network) to improve multi-scale feature
fusion and computational efficiency. Using a dataset of 1,265 images expanded
to 6,375 through augmentation, the proposed model achieved 93.71% mAP@0.5,
showing a strong correlation with manual counts (r = 0.997, MAE = 0.22).
The findings demonstrate that targeted architectural enhancements can overcome
the key weaknesses of conventional deep learning approaches in TB detection,
providing a scalable and efficient diagnostic tool suitable for
resource-limited environments.
Kata Kunci : Deteksi tuberkulosis, deep learning, Faster R-CNN, BiFPN, diagnosis otomatis/Tuberculosis detection, deep learning, Faster R-CNN, BiFPN, automated diagnosis