Determinan Financial Distress pada Perusahaan Sektor Energi Negara-Negara ASEAN Tahun 2020-2024
Muhammad Rafi Lukmantoro, Aprilia Beta Suandi, Dr., S.E., M.Ec.
2026 | Skripsi | AKUNTANSI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh karakteristik internal perusahaan terhadap kemungkinan terjadinya financial
distress pada perusahaan sektor energi di kawasan ASEAN selama periode 2020
hingga 2024 yang ditandai oleh ketidakpastian ekonomi akibat pandemi dan
dinamika pasar energi global. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan data panel perusahaan energi yang diperoleh dari Thomson Reuters dan
dianalisis menggunakan regresi logistik biner, di mana financial distress
diidentifikasi berdasarkan pendekatan Altman Z-Score. Variabel
independen yang dianalisis meliputi firm life cycle, likuiditas,
profitabilitas, growth opportunities, dan firm size, dengan gross
domestic product dan kondisi pandemi sebagai variabel kontrol. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa siklus hidup perusahaan, likuiditas,
profitabilitas, dan growth opportunities berpengaruh negatif terhadap
kemungkinan terjadinya financial distress, yang mengindikasikan bahwa
perusahaan yang berada pada tingkat maturity, memiliki kemampuan
memenuhi kewajiban jangka pendek, kinerja laba, serta prospek pertumbuhan yang
lebih baik cenderung memiliki ketahanan keuangan yang lebih kuat. Sebaliknya, firm
size terbukti berpengaruh positif terhadap financial distress, yang
menunjukkan bahwa perusahaan energi berskala besar di kawasan ASEAN justru
menghadapi risiko kesulitan keuangan yang lebih tinggi, kemungkinan akibat
tingginya kompleksitas operasional dan ketergantungan pada pembiayaan
eksternal. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan fundamental keuangan
perusahaan sebagai upaya mitigasi risiko financial distress di sektor
energi ASEAN.
This study aims to
examine the effect of firm’s internal characteristics on the likelihood of
financial distress among energy-sector companies in the ASEAN region over the
2020-2024 period, which was marked by economic uncertainty due to the pandemic
and global energy market dynamics. The study employs a quantitative approach
using panel data on energy companies obtained from Thomson Reuters and analyzed
through binary logistic regression, where financial distress is identified
using the Altman Z-Score approach. The independent variables analyzed include
firm life cycle, liquidity, profitability, growth opportunities, and firm size,
with gross domestic product and pandemic conditions serving as control
variables. The results indicate that firm life cycle, liquidity, profitability,
and growth opportunities have a negative effect on the likelihood of financial
distress, suggesting that firms at a more mature stage, with stronger
short-term obligation coverage, higher earnings performance, and better growth prospects,
tend to exhibit greater financial resilience. In contrast, firm size is found
to have a positive effect on financial distress, implying that larger energy
firms in the ASEAN region face a higher risk of financial difficulties,
potentially due to greater operational complexity and reliance on external
financing. These findings underscore the importance of managing firms’
financial fundamentals as a means of mitigating financial distress risk in the
ASEAN energy sector.
Kata Kunci : Financial Distress, Firm Life Cycle, Karakteristik Internal Perusahaan