Laporkan Masalah

Potensi Risiko Alat Angkut Logistik Peralatan Tambang Transportasi Darat Di Perusahaan Intipratama Sarana Prima Kutai Kalimantan Timur

YASID ABDUL KADIR, Dr. Bowo Susilo, S.Si., M.T.

2026 | Tesis | MAGISTER TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Kegiatan pengiriman logistik material tambang merupakan salah satu tahapan operasional dengan tingkat risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tinggi, khususnya akibat keterlibatan alat angkut berat, kondisi jalan transportasi, serta faktor manusia dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menggali, dan memprioritaskan risiko K3 pada proses pengiriman logistik material tambang di Indonesia Intipratama Sarana Prima menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP) dan Failure Mode

Dan Analisis Efek (FMEA). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian terapan ( penelitian berbasis proyek ) dengan metode deskriptif analitis. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan personel terkait, serta pengisian instrumen HAZOP dan FMEA. Metode HAZOP digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan deviasi proses, sedangkan metode FMEA digunakan untuk memberikan tingkat risiko berdasarkan parameter Severity , Occurrence , dan Detection yang dinyatakan dalam nilai Risk Priority Number (RPN).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan nilai RPN tertinggi terdapat pada kegagalan sistem pengereman dan kondisi jalan hauling yang tidak memenuhi standar keselamatan, dengan kategori risiko tinggi hingga sangat tinggi. Risiko-risiko tersebut memerlukan tindakan pengendalian segera melalui perbaikan teknis, penguatan prosedur kerja, serta peningkatan kompetensi operator. Integrasi metode HAZOP dan FMEA terbukti mampu memberikan gambaran risiko K3 yang lebih komprehensif dan sistematis dibandingkan pendekatan konvensional.

Pengangkutan logistik pertambangan merupakan salah satu tahapan operasional dengan tingkat risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tinggi, khususnya karena melibatkan alat angkut berat, kondisi jalan angkut, serta faktor manusia dan lingkungan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memetakan, dan memprioritaskan risiko K3 dalam proses transportasi logistik pertambangan di PT Indonesia Intipratama Sarana Prima, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Indonesia, menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) .

Penelitian ini merupakan penelitian terapan yang menggunakan pendekatan penelitian berbasis proyek dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan personel terkait, dan pengisian instrumen HAZOP dan FMEA . Metode HAZOP diterapkan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan proses penyimpangan, sedangkan metode FMEA digunakan untuk menyebarkan tingkat risiko berdasarkan parameter Keparahan, Kejadian, dan Deteksi, yang dinyatakan sebagai Angka Prioritas Risiko (RPN).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RPN tertinggi terkait dengan kegagalan sistem pengereman dan kondisi jalan angkutan yang tidak memenuhi standar keselamatan, yang termasuk dalam kategori risiko tinggi hingga sangat tinggi. Risiko risiko ini memerlukan tindakan pengendalian segera melalui peningkatan teknis, penguatan prosedur kerja, dan peningkatan kompetensi operator. Integrasi HAZOP dan FMEA terbukti memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan sistematis tentang risiko K3 dan dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas pengendalian risiko dalam kegiatan transportasi logistik pertambangan.

Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Pengiriman Logistik Tambang, HAZOP, FMEA, Analisis Risiko

  1. S2-2026-531418-abstract.pdf  
  2. S2-2026-531418-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-531418-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-531418-title.pdf