STUDI DESKRIPTIF: PROFIL MUTASI GEN HTRA1 PASIEN DEGENERASI MAKULA (AGE-RELATED MACULAR DEGENERATION)
Ananda Nashria Azizah, dr. Firman Setya Wardhana, M.Kes., Sp.M(K); dr. Supanji, Sp.M(K), M.Kes., Ph.D; dr. Krisna Dwi Purnomo Jati, Sp.M.
2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Degenerasi makula terkait usia (age-related macular degeneration/AMD) merupakan kelainan makula retina akibat proses penuaan yang menjadi salah satu penyebab utama kebutaan permanen pada populasi lanjut usia. Kondisi ini ditandai oleh gangguan pada fotoreseptor, retinal pigment epithelium (RPE), membran Bruch, dan kompleks koroid yang menyebabkan kerusakan lapang pandang sentral. Berdasarkan tingkat keparahannya, AMD dibagi menjadi tipe kering (dry/atrophic) dan tipe basah (wet/exudative), dengan kehilangan tajam penglihatan yang lebih cepat pada tipe basah. Terapi standar wet AMD menggunakan injeksi intravitreal anti-VEGF, namun respons antar pasien berbeda-beda, yang diduga dipengaruhi oleh faktor genetik. Gen HTRA1 merupakan salah satu kandidat gen yang berperan penting dalam patogenesis AMD, di mana single nucleotide polymorphism (SNP) pada gen ini telah terbukti meningkatkan risiko AMD di beberapa populasi. Namun, data mengenai profil SNP HTRA1 pada pasien wet AMD di Yogyakarta belum tersedia, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk memahami dasar genetik penyakit ini di populasi lokal.
Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien dan profil SNP gen HTRA1 pada pasien wet AMD di RSUP Dr. Sardjito dan RS Mata “Dr. YAP” Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari studi utama yang melibatkan pasien wet AMD di RSUP Dr. Sardjito dan RS Mata “Dr. YAP” pada Januari hingga Maret 2025. Sampel yang diambil berupa darah dan dilakukan sekuensing DNA untuk mengidentifikasi variasi gen HTRA1.
Hasil: Mutasi gen HTRA1 ditemukan pada seluruh subjek kelompok AMD (100%) dan pada 60% kelompok kontrol. Ditemukan dua lokasi mutasi yaitu HTRA1 rs11200638 (G>A) dan HTRA1 rs2284665 (G>T). Secara statistik, keberadaan mutasi HTRA1 tidak berhubungan signifikan dengan kejadian wet AMD (p=0,444). Faktor risiko seperti hipertensi, merokok, dan indeks massa tubuh tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian wet AMD pada populasi penelitian ini.
Kesimpulan: SNP HTRA1 rs11200638 berpotensi berperan dalam patogenesis wet AMD pada populasi pasien di Yogyakarta dan dapat menjadi dasar dalam pengembangan pendekatan terapi berbasis genetik. Diperlukan studi dengan ukuran sampel yang lebih besar untuk mengonfirmasi hubungan genetik ini.
Kata Kunci: Age-related macular degeneration (AMD), high temperature requirement A1 (HTRA1), single nucleotide polymorphism (SNP), wet AMD, genetik.
Kata Kunci : age-related macular degeneration (AMD), high temperature requirement A1 (HTRA1), single nucleotide polymorphism (SNP), wet AMD, genetik