The Language of Empowerment: An Appraisal Theory Analysis of Nike’s Dream Crazier Advertisement
Arya Purnawarman, Dr. Supriyono, S.S., M.A.
2026 | Tugas Akhir | D4 BAHASA INGGRIS
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya
penggunaan femvertising dalam iklan kontemporer, di mana merek tidak
hanya mempromosikan produk, tetapi juga membangun wacana sosial tentang
pemberdayaan perempuan. Iklan Dream Crazier milik Nike menjadi contoh
penting karena menghadirkan narasi yang menantang stereotip negatif terhadap
perempuan, khususnya dalam konteks olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji bagaimana pemberdayaan perempuan dibangun melalui penggunaan bahasa
dalam iklan Dream Crazier, dengan fokus pada narasi yang disampaikan
oleh Serena Williams. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Appraisal
Theory oleh Martin dan White (2005) sebagai kerangka analisis. Subsistem Attitude,
Graduation, dan Engagement digunakan untuk menganalisis bahasa
evaluatif pada tingkat klausa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Attitude
merupakan subsistem yang paling dominan, terutama Judgement of Capacity
dan Affect, yang merepresentasikan perempuan sebagai sosok yang mampu,
kuat, dan berdaya. Graduation berperan memperkuat intensitas pesan
melalui Infusing Intensification dan Repetition, sementara Engagement
didominasi bentuk Heteroglossic, yang menegaskan sikap iklan dalam
menantang stereotip gender. Secara keseluruhan, Nike secara strategis
menggunakan bahasa untuk membangun narasi pemberdayaan perempuan.
This
study is grounded in the growing use of femvertising in contemporary
advertising, where brands do not merely promote products but also construct
social discourses on women’s empowerment. Nike’s Dream Crazier
advertisement serves as a significant example, as it presents a narrative that
challenges negative stereotypes of women, particularly in the context of
sports. This study aims to examine how women’s empowerment is constructed
through language in the Dream Crazier advertisement, with a specific
focus on the narration delivered by Serena Williams. Using a qualitative
approach, this study applies Appraisal Theory proposed by Martin and White
(2005) as its analytical framework. The subsystems of Attitude, Graduation, and
Engagement are used to analyze evaluative language at the clause level. The
findings indicate that Attitude is the most dominant subsystem, particularly
Judgement of Capacity and Affect, which represent women as capable, strong, and
empowered. Graduation functions to intensify the emotional impact through
Infusing Intensification and Repetition, while Engagement is predominantly
Heteroglossic, emphasizing the advertisement’s firm stance in challenging
gender stereotypes. Overall, Nike strategically uses language to construct a
discourse of women’s empowerment.
Kata Kunci : Femvertising, Pemberdayaan Perempuan, Appraisal Theory, Wacana Iklan, Representasi Gender