Efek Pemberian Kemoterapi terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Usia Reproduktif di RSUP Dr. Sardjito
Naella Putri Ramadhani, dr. Sarrah Ayuandari, Ph.D., Sp.OG; Dr.rer.nat.dr. Dyah Laksmi Dewi, M.Sc., Sp.B, Subsp. Onk(K)
2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering didiagnosis pada wanita. Selain menyerang wanita usia lanjut, penyakit ini juga banyak terjadi pada kelompok usia reproduktif yang menghadapi dampak fisik dan psikososial lebih berat akibat kemoterapi, seperti gangguan fungsi ovarium, perubahan citra tubuh, dan stres psikologis yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien.
Tujuan: Mengetahui perubahan kualitas hidup pasien kanker payudara usia reproduktif sebelum, setelah, dan lebih dari enam bulan pasca kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kohort prospektif dengan consecutive sampling terhadap 11 pasien usia 28-49 tahun yang menjalani minimal enam siklus kemoterapi regimen taxane atau anthracycline. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF yang mencakup empat domain (fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan). Analisis dilakukan menggunakan paired t-test, repeated measures ANOVA, dan regresi linear berganda.
Hasil: Terdapat peningkatan skor kualitas hidup pada seluruh domain lebih dari enam bulan pasca kemoterapi, dengan peningkatan signifikan pada domain psikologis (p=0,038) dan sosial (p=0,020). Domain fisik dan lingkungan juga menunjukkan peningkatan, meski tidak bermakna secara statistik. Analisis multivariat menunjukkan bahwa stadium kanker, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan jenis regimen kemoterapi tidak berhubungan signifikan dengan skor total kualitas hidup.
Kesimpulan: Pemberian kemoterapi diikuti periode lebih dari enam bulan pasca pengobatan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup pasien, terutama pada aspek psikologis dan sosial. Hasil ini menegaskan pentingnya dukungan psikososial dan lingkungan bagi pasien kanker payudara usia reproduktif dalam proses pemulihan jangka panjang.
Background: Breast cancer is the most commonly diagnosed cancer among women. In addition to affecting older women, it also frequently occurs in those of reproductive age, who experience greater physical and psychosocial impacts from chemotherapy, including ovarian dysfunction, changes in body image, and psychological stress that can reduce patients’ quality of life.
Objective: To evaluate changes in the quality of life of reproductive-aged breast cancer patients before, after, and more than six months following chemotherapy at Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta.
Methods: This prospective cohort study employed consecutive sampling of 11 patients aged 28–49 years who had completed at least six cycles of taxane- or anthracycline-based chemotherapy. Quality of life was assessed using the WHOQOL-BREF questionnaire, covering four domains (physical, psychological, social, and environmental). Data were analyzed using paired t-test, repeated measures ANOVA, and multiple linear regression.
Results: Quality of life scores improved across all domains more than six months post-chemotherapy, with significant improvement in psychological (p=0.038) and social (p=0.020) domains. Physical and environmental domains also showed improvement, although not statistically significant. Multivariate analysis revealed no significant association between quality of life and cancer stage, education level, occupation, or chemotherapy regimen type.
Conclusion: Chemotherapy followed by a recovery period of more than six months contributes to improved quality of life, particularly in psychological and social aspects. These findings emphasize the importance of psychosocial and environmental support in the long-term recovery of reproductive-aged breast cancer patients.
Kata Kunci : Kanker payudara, kualitas hidup, kemoterapi, WHOQOL-BREF, usia reproduktif