PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN TERHADAPSIFATFISIS DAN MEKANIS SAMBUNGAN LASDISSIMILARBAJA TAHAN KARATAUSTENITIK 309 DENGAN BAJA PADUAN RENDAHSA 213 T-22
Nur Anggoro, Prof. Ir. Mochammad Noer Ilman, S.T., M.Sc., Ph.D. IPM., ASEAN Eng
2012 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINBaja paduan rendah dan baja tahan karat austenitik merupakan dua material yang memiliki perbedaan sifat mekanik, fisik dan unsur penyusunnya. Akan tetapi dalam aplikasinya, kedua material ini dapat disambung dan digunakan bersama, misalnya pada pipa boiler. Baja tahan karat 309 dan baja paduan rendah SA 213 T-22 merupakan salah satu contoh material pada pipa boiler yang dapat disambung melalui pengelasan dissimilar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus pengelasan terhadap struktur mikro, kekerasan, kekuatan tarik dan ketangguhan pada pengelasan dissimilar antara baja tahan karat 309 dengan baja paduan rendah SA 213 T-22. Bahan diberi perlakuan pengelasan dengan variasi arus 100 A, 120 A dan 140 A dengan menggunakan las TIG DC polaritas lurus dengan logam pengisi ER 309L diameter 2,4 mm. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 700. Kekerasan tertinggi pada daerah las sebesar 151, 037 kg/mm2 dan HAZ baja tahan karat sebesar 158,179 kg/mm2 terdapat pada pengelasan dengan arus 100 A diikuti pada arus pengelasan 120 A dan 140 A. Kekerasan tertinggi pada HAZ baja paduan rendah sebesar 237, 282 kg/mm2 terdapat pada arus pengelasan 120 A diikuti arus pengelasan 140 dan 100 A. Kekuatan tarik tertinggi sebesar 521,9 MPa terdapat pada arus pengelasan 100 A diikuti arus pengelasan 120 A dan 140 A. Semakin besar arus pengelasan, kekerasan dan kekuatan tariknya memiliki kecenderungan menurun. Ketangguhan tertinggi pada daerah las, HAZ baja paduan rendah dan HAZ baja tahan karat masing-masing sebesar 2,023 J/mm2, 1,516 J/mm2, 1,896 J/mm2 semuanya terdapat pada arus pengelasan 140 A diikuti arus pengelasan 120 A dan 100 A. Semakin besar arus pengelasan, ketangguhannya memiliki kecenderungan meningkat. Mikrostruktur las paling halus terdapat pada arus pengelasan 100 A dan tidak terdapat dark band pada batas las seperti yang terjadi pada arus pengelasan 120 A dan 140 A. Secara keseluruhan dalam pengelasan dissimilar pipa baja paduan rendah SA 213 T-22 dan baja tahan karat 309 dengan filler ER309L mendapatkan hasil yang optimum pada penggunaan arus 100 A. Sehingga disarankan dalam pengelasan dengan bahan tersebut menggunakan arus pengelasan 100 A.
Kata Kunci : baja tahan karat austenitik, baja paduan rendah, pengelasan dissimilar, arus, struktur mikro, kekerasan, kekuatan tarik, ketangguhan.