Efek Antimalaria Empedu Ayam Terhadap Plasmodium Berghei Pada Mencit
Mohammad Eko Cahyanto, Dra. Budi Mulyaningsih, Apt. ; drh. Sitti Rahmah, SU
1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPenyakit malaria pada saat ini masih merupakan masalah kesehatan di negara-negara tropis dan negara berkembang termasuk Indonesia, bahkan sampai tahun 2000 di perkirakan beberapa daerah masih merupakan daerah endemis malaria. Usaha pengendalian penyakit malatia telah di lakukan dengan pemberantasan nyamuk Anopheles sebagai vektor malaria dan pengobatan penderita, namun masih banyak di temukan daerah-daerah endemis malaria. Hal ini dikarenakan terjadinya resistensi nyamuk Anopheles terhadap obat pembasmi hama, resistensi obat antimalaria dan tempat tinggal penduduk yang masih jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan sehingga distribusi obat malaria tidak menjangkau pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek anti malaria empedu ayam yang dikenal masyarakat sebagai obat anti malaria. Sebagai hewan coba digunakan mencit jenis Swiss Albino Mice yang telah diinokulasi dengan Plasmodium berqhei . Penelitian ini dilakukan secara ek sperimental dengan menggunakan 4 kelompok perlakuan, yaitu kelompok klorokuin, kelompok akuabides, kelompok empedu 100% dan kelompok 50% Setiap kelompok terdiri dari 4 ekor mencit. Pemberian perlakuan secara peroral selama 4 hari (D0 sampai D3) dan perhitungan dilakukan dengan membuat sediaan apus darah mencit yang dilakukan pada hari kedua sampai hari kelima (D1 sampai D4) . Data yang diperoleh diuji dengan analisis split-plot kemudian dilanjutkan dengan analisis t-test. HasiI penelitian menunjukkan bahwa empedu ayam dengan konsentrasi 100% dapat menurunkan angka parasitemia Plasmodium berqhei pada mencit lebih lebih rendah dari pada klorokuin, namun secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (P>0,05). Adapun empedu ayam 50% terdapat perbedaan yang bermakna bila dibandingkan dengan klorokuin (P<0,05). Zat aktif yang terkandung dalam empedu ayam belum dapat diidentifikasi dengan demikian perlu dilakukan penelitian lebih Ianjut.
Kata Kunci : Antimalaria, Plasmodium Berghei