Kajian perubahan spasial permukiman masyarakat desa Anjir Serapat Timur Kabupaten Kapuas
AJENG, Prof.Ir. Nindyo Soewarno, M.Phil.,Ph.D
2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahPenelitian ini bertujuan untuk : 1) menemukan seperti apa perubahan dan perkembangan spasial permukiman di desa Anjir Serapat Timur; dan 2) menemukan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan spasial permukiman masyarakat tersebut. Penelitian ini bersifat exploratory research dengan metode pembahasan menggunakan analisis kualitatif berdasarkan data kuantitatif. Sumber data primer diperoleh dari survei lapangan dan wawancara dengan penduduk setempat sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah seperti BPPPMD Kabupaten Kapuas, BPS Kabupaten Kapuas dan Kantor Kecamatan Kapuas Timur. Cara penelitian adalah dengan melihat perkembangan fisik ruang akibat perkembangan pembangunan dan pemanfaatan fasilitas permukiman dari tahun 1995 sampai tahun 2004. Survei lapangan dan wawancara dilakukan untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perkembangan dan perubahan spasial permukiman di pusat desa Anjir Serapat Timur yang cukup pesat. Perkembangan dan perubahan tersebut dipengaruhi oleh 1) adanya jalan Trans Kalimantan yang memiliki aksesibilitas yang tinggi, 2) adanya akses terhadap pusat-pusat kegiatan ekonomi di luar desa Anjir Serapat Timur dan 3) adanya perkembangan kegiatan perekonomian yang terkait dengan keberadaan jalan Trans Kalimantan. Dari hasil penelitian, jalan Trans Kalimantan memiliki bangkitan kegiatan yang cukup besar akibat adanya aktivitas perekonomian, baik yang ditimbulkan dari luar maupun dari dalam desa Anjir Serapat Timur. Jalan Trans Kalimantan memberikan dukungan yang sangat besar terhadap aktivitas perekonomian, baik bagi penduduk lokal maupun bagi kegiatan perekonomian antar wilayah. Perubahan Spasial permukiman ditimbulkan karena adanya perubahan peranan transportasi, di mana pada tahun 1995 dukungan transportasi sungai sangat besar sehingga konsentrasi permukiman penduduk terdapat di pinggir Anjir Serapat, namun setelah berkembangnya transportasi darat yang didukung adanya pembangunan jalan Trans Kalimantan, permukiman penduduk berkembang ke arah daratan yaitu di sekitar pinggir jalan Trans Kalimantan. Perkembangan permukiman tersebut ditunjukkan oleh adanya perubahan penggunaan lahan di pinggir jalan Trans Kalimantan
The research aims 1) to identify the change and development of settlement space in Anjir Serapat Timur village, and 2) to determine the factors that affect the change and development of that settlement space. The research has the characteristics of exploratory research, adopting qualitative analysis based on quantitative data. Primary data are obtained from field survey and interview with local residents and secondary data are obtained from some government institutions such as BPPPMD and BPS of Kapuas regency and the Office of Kapuas Timur sub-district. The research is conducted by observing the spatial physical development that resulted from the development and use of settlement facilities during the period of 1995 to 2004. The field survey and interview are done to investigate the changes. The research results show that there is a rapid development and change of settlement space in the centre of Timur Anjir Serapat village. These development and change were influenced by 1) the existence of Trans Kalimantan road that has high accessibility, 2) the availability of access to the economic activity centre outside Timur Anjir Serapat village, 3) the existence of economic development that relates to the existence of Trans Kalimantan road. The research concludes that Trans Kalimantan road generates economic activities both in and outside Timur Anjir Serapat village. It gives the largest support to the economic activities by both the local residents and the surrounding sub-districts. The change of the settlement space happens due to the change of transportation role, i.e. from river transportation in 1995 to land transportation after the development of Trans Kalimantan road. River transportation had made the peoples’ settlement concentrated on the brims of Anjir Serapat, while Trans Kalimantan road has shifted the settlement development toward the inland, or approaching it. The development settlement is indicated by the change of land use along Trans Kalimantan road.
Kata Kunci : Permukiman Masyarakat Desa,Perubahan Spasial