Evaluasi Indikator Pembayaran Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan Pada Fasilitas Kesehastan Tingkat Pertama di Yogyakarta
Desty Yuanda, Prof. Dr. apt. Dwi Endarti, M.Sc.; Dr. apt Diah Ayu Pusbandari, M.B.A, M.Kes.
2026 | Tesis | Magister Manajemen Farmasi
Penerapan pembayaran
kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan merupakan upaya BPJS Kesehatan
untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer melalui penilaian kinerja
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penilaian kinerja tersebut
didasarkan pada pencapaian beberapa indikator utama, yaitu Angka Kontak (AK),
Rasio Rujukan Rawat Jalan Kasus Non-Spesialistik (RRNS), serta Rasio Peserta
Prolanis Rutin Berkunjung atau Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPB/RPPT).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pencapaian indikator-indikator
tersebut serta implikasinya terhadap capaian Kapitasi Berbasis Komitmen
Pelayanan (KBK) dan pembayaran kapitasi pada FKTP di Kota Yogyakarta.
Penelitian ini
menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Data yang
digunakan merupakan data sekunder dari BPJS Kesehatan mengenai capaian
indikator kinerja FKTP di Kota Yogyakarta periode Juni–November 2025. Subjek
penelitian Adalah 53 FKTP meliputi Puskesmas, Klinik Pratama, dan Dokter
Praktik Perorangan (DPP). Analisis dilakukan secara deskriptif melalui
perhitungan nilai rata-rata, distribusi capaian, serta perbandingan antar jenis
FKTP.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa rata-rata Angka Kontak (AK) pada seluruh jenis FKTP telah melampaui
target minimal 150‰, dengan Puskesmas memiliki capaian tertinggi. Rata-rata
nilai RRNS pada seluruh FKTP berada pada tingkat yang sangat rendah,
menunjukkan bahwa sebagian besar kasus non-spesialistik telah dapat ditangani
di tingkat pelayanan primer. Rata-rata capaian RPPB/RPPT pada seluruh FKTP juga
telah melampaui target yang ditetapkan, yang mengindikasikan bahwa Program
Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Kota Yogyakarta berjalan cukup
efektif. Capaian indikator-indikator tersebut berdampak pada tingginya nilai
dan persentase KBK, sehingga sebagian besar FKTP menerima pembayaran kapitasi
mendekati atau sama dengan 100 norma kapitasi.
Kesimpulan penelitian ini
adalah bahwa FKTP di Kota Yogyakarta secara umum telah mampu memenuhi indikator
pembayaran kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan dengan baik.
Mekanisme KBK terbukti berperan dalam mendorong peningkatan pemanfaatan layanan
kesehatan primer, penguatan fungsi gatekeeper FKTP, serta kesinambungan
pengelolaan penyakit kronis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi
bahan evaluasi bagi pemangku kepentingan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan
kesehatan primer dan penguatan implementasi kebijakan pembayaran kapitasi
berbasis kinerja.
The implementation of
performance-based capitation payment is an effort by BPJS Kesehatan to improve
the quality of primary health care services through performance evaluation of
Primary Health Care Facilities. This evaluation is based on the achievement of
key performance indicators, namely the Contact Rate, the Non-Specialistic
Outpatient Referral Ratio (RRNS), and the Ratio of Routine Visits of Chronic
Disease Management Program participants or the Controlled Prolanis Ratio
(RPPB/RPPT). This study aimed to analyze the achievement of these indicators
and their implications for Performance-Based Capitation scores and capitation
payments among in Yogyakarta City.
This study employed a
descriptive-analytic design with a quantitative approach. Secondary data were
obtained from BPJS Kesehatan covering the performance indicators of PHCFs in
Yogyakarta City during the period of June–November 2025. The study subjects
consisted of Public Health Centers, Primary Clinics, and Individual General
Practitioners. Data analysis was conducted descriptively by calculating average
indicator values, distribution of performance achievements, and comparisons
across types of Performance-Based Capitation.
The results showed that
the average Contact Rate (CR) exceeded the minimum target of 150‰, with Public
Health Centers achieving the highest values. The average RRNS across all PHCFs
was very low, indicating that most non-specialistic cases were appropriately
managed at the primary care level. The average RPPB/RPPT values also exceeded
the established targets, suggesting that the Chronic Disease Management Program
in Yogyakarta City has been implemented effectively. The achievement of these
indicators contributed to high Performance-Based Capitation scores, resulting
in capitation payments that were close to or equal to 100% of the established
capitation norms.
In conclusion,
Performance-Based Capitation in Yogyakarta City have generally demonstrated
good performance in meeting performance-based capitation indicators. The
Performance-Based Capitation mechanism has proven effective in encouraging
increased utilization of primary health care services, strengthening the
gatekeeper function of Performance-Based Capitation, and ensuring continuity of
chronic disease management. The findings of this study are expected to serve as
an evaluation reference for stakeholders in enhancing the quality of primary
health care services and strengthening the implementation of performance-based
capitation policies.
Kata Kunci : Kapitasi, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, Angka Kontak, RRNS, Prolanis, Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan