Hasil Tangkapan dan Distribusi Ukuran Gurita (Octopus cyanea Gray, 1849) di Pantai Siung Kabupaten Gunungkidul pada Bulan Oktober–November 2024
Nabil Farras Mufid D., Prof. Dr. Ir. Djumanto, M.Sc.
2026 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN
Efektivitas penangkapan gurita (Octopus cyanea) dari perairan Gunungkidul belum banyak dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu penangkapan yang optimal dengan membandingkan bobot dan jumlah tangkapan antara sesi pagi dan sore. Pengumpulan data dilakukan dari Oktober 2024 hingga Februari 2025, menggunakan metode penangkapan eksperimental selama 13 trip dengan hasil tangkapan tercatat dalam berat (kg) dan jumlah spesimen. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas dan sampel tes t berpasangan untuk menilai perbedaan antara tangkapan pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan pagi menghasilkan bobot rata-rata yang lebih tinggi (13,23 kg/trip) dan jumlah tangkapan (8,00 individu/trip) dibandingkan dengan tangkapan sore (6,54 kg/trip dan 5,23 individu/trip). Analisis statistik menunjukkan perbedaan berat yang signifikan (p = 0,003) tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kuantitas (p = 0,050) tangkapan antara pagi dan sore. Perilaku gurita lebih aktif di pagi hari sehingga hasil tangkapan lebih tinggi. Faktor lingkungan, seperti salinitas dan kondisi pasang surut, diduga mempengaruhi distribusi gurita. Temuan ini menunjukkan bahwa memancing gurita di pagi hari lebih efektif, namun sangat penting untuk menjaga praktik penangkapan ikan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga dalam mengoptimalkan strategi penangkapan ikan gurita, berkontribusi pada peningkatan pengelolaan sumber daya dan keberlanjutan di wilayah tersebut.
The effectiveness of octopus (Octopus cyanea) fishing in coastal waters of Gunungkidul Regency remains under-reported. This study aims to determine the optimal fishing time by comparing the weight and total catches between morning and afternoon sessions. Data collection was conducted from October 2024 to February 2025, using an experimental fishing method over 13 trips, with catch results recorded in weight (kg) and number of specimens. Data analysis was performed using normality test and paired sample t-test to evaluate the differences between morning and afternoon catches. The results showed that morning catches yielded a higher average weights (13.23 kg/trip) and catch quantity (8.00 specimens/trip) compared to afternoon catches (6.54 kg/trip and 5.23 specimens/trip). Statistical analysis showed a significant difference in weight (p = 0.003), but no significant difference in catch quantity (p = 0.050) between morning and afternoon. Octopus behavior is more active in the morning, resulting in higher catches. Environmental factors, such as salinity and tidal conditions, are suspected to influence octopus distribution. This findings suggest that octopus fishing is more effective in the morning, but it is crucial to maintain sustainable fishing practices. This research provides valuable insights for optimizing octopus fishing strategies, contributing to improved resource management and sustainability in the region.
Kata Kunci : Pesisir, Penangkapan, Efektifitas, Pantai Siung, Perikanan