Identifikasi wilayah potensial untuk pengembangan pelayanan perusahaan listrik negara di Daerah Istimewa Yogyakarta
Noor Aini Prasetyawati, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Lutfi Muta'lai, S.Si., M.T.
2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKebutuhan akan energi listrik saat ini telah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Namun harga tarif dasar listrik terus meningkat sesuai dengan kebijakan reformasi tarif dasar listrik (TDL) 2001, berarti berkurangnya subsidi listrik dari pemerintah. Dalam implementasi, subsidi diberikan berdasar kuota, sehingga mengganggu pemakaian energi listrik. Karena itu diperlukan penelitian untuk menentukan masyarakat yang berhak memperoleh subsdi dan wilayah yang berpotensi untuk meningkatkan pendapatan PT. PLN (Persero). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi efisiensi daya layan dan efisiensi pemanfaatan energi listrik, mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan pendapatan PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Yogyakarta, dan pada akhirnya mengidentifikasi wilayah potensial di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasar potensi golongan tarif dan unit pelayanan PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Yogyakarta. Metode dasar yang digunakan adalah penelitian yang menggunakan data sekunder dengan analisa deskriptif. Penelitian ini tidak menggunakan sampel, sehingga analisis dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif. Data yang digunakan bersumber dari PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Yogyakarta tahun 2002, Kecamatan Dalam Angka dan Kabupaten Dalam Angka dari seluruh kecamatan dan kabupaten/kota di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasar hasil penelitian diketahui bahwa (1) Faktor yang terkait kuat dengan besarnya pendapatan PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Yogyakarta tahun 2002 adalah jumlah bisnis dan jumlah industri, faktor yang terkait lemah adalah jumlah fasilitas pelayanan publik dan jumlah rumah tangga, dan yang tidak terkait adalah jumlah fasilitas sosial. (2) Pemakaian energi listrik terbesar di Unit Pelayanan Yogya Utara dan terkecil di Unit Pelayanan Wonosari. Berdasar golongan tarif, pemakaian terbesar pada golongan tarif publik dan terendah pada golongan tarif rumah tangga. (3) Efisiensi daya layan PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Yogyakarta pada tahun 2002 belum optimal, sebesar 0,707. Hanya golongan tarif bisnis dan Unit Pelayanan Sedayu yang telah optimal. (4) Efisiensi daya layan dan pemakaian energi listrik di tiap unit pelayanan dan tiap golongan tarif bervariasi. (5) Berdasar potensi golongan tarif dan unit pelayanan dapat dirumuskan arahan pengembangan sebagai berikut: (i) Unit pelayanan yang berpotensi untuk dikembangkan dengan mengoptimalkan pendapatan dari pelanggan golongan tarif bisnis, sosial, rumah tangga dan publik adalah Unit Pelayanan Yogya Utara. (ii) Unit pelayanan yang berpotensi untuk dikembangkan dengan mengoptimalkan pendapatan dari pelanggan golongan tarif bisnis, sosial, rumah tangga adalah Unit Pelayanan Yogya Selatan. (iii) Unit pelayanan yang berpotensi untuk dikembangkan dengan mengoptimalkan pendapatan dari pelanggan golongan tarif bisnis adalah Unit Pelayanan Bantul dan Wates. (iv) Unit pelayanan yang berpotensi untuk dikembangkan dengan mengoptimalkan pendapatan dari pelanggan golongan tarif bisnis dan industri adalah Unit Pelayanan Kalasan, Sleman dan Wonosari. (v) Unit pelayanan yang berpotensi untuk dikembangkan dengan mengoptimalkan pendapatan dari pelanggan golongan tarif bisnis dan rumah tangga adalah Unit Pelayanan Sedayu.
Electricity is being a part of basic needs in human life. However, basic tariff of electricity has increased in accordance with the policy of basic tariff of electricity reform 2001. This policy means the government decreasing the subsidy for electricity. In the implementation, subsidy gives base on quota. This generalization disturbs the uses of electricity. Because of that reasons, it needs research to identify the societies which have the right to get subsidy and the regions which have potencies to increasing the PT. PLN (Persero)'s incomes. Beside that's the other background of this research is the condition of electricity's energy still not yet be a substance in the regional development planning. This research's goals is to describes variations in efficiency of capacity supply and efficiency of electricity using, to identify factors which have connection with PT. PLN (Persero)'s income. Finally, this research is used to identify the potential region in the Province of Daerah Istimewa Yogyakarta base on the potency of tariff group and servicing units of PT. PLN (Persero) Servicing Area and Electrical Circuitry Yogyakarta. The basic method of this research is research with secondary data and use descriptive analysis. This research hasn't sample, so researcher use descriptive statistic. Resources data is PT. PLN (Persero) Servicing Area and Electrical Circuitry Yogyakarta in 2002, all Sub districts in Figure and Regencies in Figure in the Province of Daerah Istimewa Yogyakarta. Base on the research, the outcomes are: (1) The factors which have sturdy connection with the PT. PLN (Persero)'s income are number of business activities and number of industrial activities, the factors which have low connection are number of public services facilities and number of households, and the factor which hasn't connection is number of social services facilities. (2) The biggest consumption of electricity is in Servicing Unit Yogya Utara and the smallest is in Servicing Unit Wonosari. Based on tariff group, the biggest consumption is in public tariff group and the smallest is in household tariff group. (3) Efficiency of capacity supply is not optimum, 0,707, except in the business tariff group and Servicing Unit Sedayu. (4) Efficiency of capacity supply and consumption of electricity in PT. PLN (Persero) Servicing Area and Electrical Circuitry Yogyakarta 2002 have variations in every servicing unit and in every tariff group. (4) Base on the potency of tariff group and servicing units of PT. PLN (Persero) Servicing Area and Electrical Circuitry Yogyakarta, researcher can formulate the directive of developing is: (i) Servicing Unit which has potencies to increasing the income from costumer of business, social, house hold and public tariff group is Servicing Unit Yogya Utara. (ii) Servicing Unit which has potencies to increasing the income from costumer of business, social and house hold tariff group is Servicing Unit Yogya Selatan. (iii) Servicing Units which has potency to increasing the income from costumer of business are Servicing Unit Bantul and Wates. (iv) Servicing Units which have potencies to increasing the income from costumer of business and industry tariff group is Servicing Unit Kalasan, Sleman and Wonosari. (v) Servicing Unit which has potencies to increasing the income from costumer of business and house hold tariff group is Servicing Unit Sedayu.
Kata Kunci : Pengembangan Pelayanan PLN,Identifikasi wilayah,Kota Yogyakarta,DIY